Sholawat Badar
Sholaatullaah salaamullaahalaa Thooha rosuulillaahSholaatullaah salaamullaahalaa Yaasin habiibillaahTawassalna bi Bismillaahwabil Haaadi Rosulillaahwakulli mujaahidin lillaahbi ahlil badri yaa AllaahIlaahi sallimi ummahminal aafaati wannigmahwa min hammin wa min ghummahbi ahlil badri yaa AllaahIlaahi-ghfir wa akrimna binaili mathoolibin minnawadafi masaa-ati 'annabi-ahlil badri yaa Allaah
theme song - Kuasa IlahiYa Allah ya Rohman ya Robbi ya Ilahicurahkan rahmat dan kasihmurahmat dan kasihmuYa Allah, dengarlah pintaku kabulkan doa harapankubarikanlah petunjukMu penuhi hasrat kerinduanku2x
Ya Ilahi, pandanglah kaminiscaya tentram jiwa hatiagarku dapat keridhoanMu tujuan akhir jalan hidupku 2x
Ya Rasul ya Rasulalllah sholawat salam Allah untukmuengkaulah kekasih Allahberikan cercah syafa'atmu ya...ya Rasulallah
"Cinta Rasul"Cinta kami ya Rasul akankah sampai padamurindu kami ya Rasul tak sabar ingin bertemudalam hidup sekejap ini kujunjung tinggi namaMu
Dalam renungan kuteringat padamuselalu bergema sholawat untukmutak terlupakan semua pengorbanan/pengabdiandi jalanmu yang menuju kebenaranbila waktuku datang hasratku dijalanmujalan yang selalu terang jalan lurus yang kutuju 2X
Ya Rasul hadir dalam hijrah hidupkuperjalanan yang berbatu dan berlikumeski gelombang uji coba menghadangAku kan berdiri kukuh dan berjuangbila waktuku datang hasratku dijalanmujalan yang selalu terang jalan lurus yang kutuju 3X=========="Rindu Bertemu" Betapa bahagianya bertemu nabibetapa bahagianya bertemu nabibahagia didunia tiada berartibahagia didunia tiada berarti
Rindu bertemu padamu tak lagi semurindu bertemu padamu tak lagi semubila kucoba meredam semakin nyata bila kucoba meredam semakin nyata
Kumerindukan selalu saat bertemukumerindukan selalu saat bertemudenganmu ya rasulallah sudilah kau habiballah sholawat salam bagimu ya nabiyallah ============="Keagungan Tuhan "Insyaflah wahai manusia jika dirimu bernodadunia hanya naungan tuk makhluq ciptaan Tuhandengan tiada terduga dunia ini kan binasa kita kembali ke asalnya menghadap Tuhan yang Esa
dengan tiada terduga dunia ini kan binasa dengan tiada terduga dunia ini kan binasa kita kembali ke asalnya menghadap Tuhan yang Esa
Siapa selalu mengabdi berbakti pada ilahiSentausa s'lama lamanya didunia dan akhir masa
Dialah Pengasih dan Penyayang kepada semua insanjanganlah ragu atau bimbang pada keagungan Tuhan betapa Maha Besarnya kuasa se alam s'mesta
Siapa selalu mengabdi berbakti pada ilahisentausa s'lama lamanya didunia dan akhir masa
Nurul MushthofaNurul Mushthofa... 2xMala-al Akwan... 2xHabibi (Muhammad... 3x) Khoiril MursalinAllahul-Jalal A'thokal Jamal... 2xYaa Syamsal Kamal Yaa Nurol 'ainKafaka Fadhlan Fil'ulal A'la... 2xDanaa Fatadalla Qoba QousainYaa Allah Yaa Badi' Ballighna Jami'... 2xHadhrotassyafi' KhoiritstsaqolainYaa Khoiro Mu'thi Aushil Sholati... 2xLissirri Dzdzati Nuril Kaunain
Yaa Sayyidi Ya RasulullahYaa Sayyidi Ya RasulullahYaa Man Lahuul Jaah 'indallahInnal Musiii-ina Qod Jaa-ukLiidzanbi YaastaghfirunallaahYa Sayyidar Rusli Yaa ThohirYaa Ghooyatal Qoshdi WasysyaaniSholla 'alaaikal 'Aalil QoodirFi Kulli Waqtin Wa AhyaaniYaa Sayyidar Rusli Yaa Thohir'Abduk 'alaa Baabikum HaaniDaa-im Lima' Rufikum SyaakirFi Kulli Waqtin Wa AhyaaniYaa Ahla Baiti RosulillaahYaa Ahlal Karom Wa Ahlal WafaGhitsu 'ubaidan Qod HafaHa-ir Mudhoyyi'lilma'ad
Senin, 01 September 2008
METODOLOGI PENGAJARAN
ILMU EKONOMI ISLAM:
SEBUAH REFLEKSI KE ARAH PENYUSUNAN KURIKULUM
DAN SILABUS EKONOMI ISLAM
PADA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA*
Oleh : Drs. Masyhudi Muqorobin, M.Ec., Akt,**
PENDAHULUAN
Perekonomian global yang sedang dilanda krisis sebagai akibat dari spekulasi mata uang, cenderung mengarah pada resesi atau pun depresi global. Hal ini terlihat dari pengaruh krisis tersebut di hampir semua negara ASEAN dan beberapa negara sekitarnya yang lebih dikenali sebagai “Macan Asia”, dari yang intensiatsnya kecil semisal Singapura hingga yang parah seperti Thailand, Malaysia, Philipina, dan yang paling terpuruk sebagaimana negeri kita tercinta, Indonesia. Berbagai belahan dunia juga telah merasakan pengaruhnya termasuk Cina dan Jepang, meskipun tak begitu kentara, sementara Rusia mengalami kesulitan yang juga tidak kalah serius. Setelah “matinya” sistem sosialisme, tatkala hampir semua negar atelah mempercayakannya pada sistem kapitalisme, kapitalisme mulai menggerogoti dari dalam, menerusi kepincangan yang ditimbulkannya melalui pathologi sosial yang kian parah, seperti pelebaran ketimpangan dalam pembagian kue kesejahteraan, disequilibrium pasar, maupun pemiskinan terhadap sebagian besar anggota masyarakat.[1]
Kegagalan kapitalisme dalam menghadapi problem ekonomi yang ditimbulkan oleh ketidak-adilan atau keazaliman yang inherent dalam sistem tersebut, (seharusnya dapat) memaksa ummat Islam kembali kepada nilai-nilai murni ajaran Islam yang sarat dengan muatan keadilan. Kajian melalui pendekatan etika banyak ditemukan dalam perkembangan sejarah Islam, demikian pula mengenai contoh-contoh empirik tentang perilaku ekonomi umat Islam, sebagaimana banyak ditemukan dalam sejarah mulai dari jaman Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Persoalannya adalah bagaimana mengetengahkan ekonomi Islam sebagai ilmu atau bahan kajian secara ilmiah dalam format yang berkesesuaian dengan perlembangan ilmu pengetahuan modern, sehingga ilmu ekonomi tersebut juga, pada sisi lain, akan mampu menghasilkan sebuah sistem perekonomian masa depan yang lebih berkeadilan baik dalam konteks Islam maupun kemanusiaan pada umumnya. Makalah ini mencoba memaparkan metodologi pengajaran, sebagai bahan kajian awal guna merancang sebuah sistem pendidikan ekonomi Islam pada Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FE-UMY), tanpa suatu ambisi untuk menjawab semua permasalahan yang terkait dengn krisis di atas secara langsung.
REFLEKSI SEJARAH
Ekonomi sebagai perilaku, bahkan sebagai sebuah sistem, sudah ada ketika manusia pertama diciptakan dimuka bumi, sesederhana apapun, melalui aspek-aspek konsumsi dan produksi yang dilakukannya. Sedangkan ketika manusia hidup secara sosial, interaksi antar mereka telah menciptakan sistem distribusi sebagai elemen utama yang ketiga dalam sistem ekonomi. Ia menjadi sebuah (ilmu) pengetahuan, ketika manusia mulai merumuskan perangkat ilmiahnya dalam sejumlah kategori ilmu. Disinilah dokumen pertama dalam sejarah ilmu ekonomi konvensional menceriterakan seorang Aristoteles, dalam “Politics”-nya, membuat formulasi “ilmu ekonomi” yang dikenal sebagai “oikonomia”, yang kemudian dikembangkan lagi oleh pemikir Muslim Ibnu Sina dalam “al-‘ilm al-tadbir al-manzili”, membaginya dalam sejumlah kategori.[2] Pemikiran ekonomi berkembang terutama di awal perkembangan Islam, khususnya berkenaan dengan transaksi jual-beli, zakat, perpajakan dan sebagainya menghasilkan sejumlah pemikir kenamaan dari masa-ke masa. Diantara mereka adalah termasuklah keempat imam madzhab, yaitu Imam Ahmad, Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’ie, beserta para pengikut dari kalangan mereka. Imam Abu Hanifah bahkan telah mengembangkan model transaksi yang dikenal dengan bai’ al-salam, yaitu transaksi jual-beli dengan pengiriman barang dibelakang, yang pada abad modern dapat diberlakukan pada kasus transaksi pembelian barang yang dipesan (dibuat), namun dengan ketentuan bahwa spesifikasi barang tersebut adalah jelas.
Beberapa nama lain seperti Ibnu Taymiyyah,[3] yang menulis buku tentang al-Hisbah (pengendalian perekonomian), yang juga memuat masalah price control, penetuan profit yang reasonable, pembatasan praktek monopoli/monopsoni dan oligopoli/oligopsoni, maupun pemikiran ekonomi yang humanistik. Ibnu Khaldun juga seorang pemikir besar dalm kategori ilmu-ilmu sosial termasuk ekonomi (meskipun ia baru disebut ilmu ekonomi sekitar dua abad terakhir ini), yang pandangan sosiologisnya mendahului Auguste Compte, banyak membahas tentang masalah penerapan nilai etika dalam (ilmu) ekonomi, theori permintaan dan penawaran, konsumsi, produksi maupun distribusi, dan sebagainya.[4]
Akan tetapi pergeseran peradaban dari Islam ke Barat, dengan pusat kekuatannya di Spanyol telah menjadikan ilmu dan sistem ekonomi kehilangan kekuatan etika moral, melalui proses sekularisasi yang didahului oleh sebuah momentum yang dikenali sebagai renaissance atau “pencerahan”. Adam Smith adalah orang yang paling bertanggungjawab dalam “melepaskan moralitas sosial untuk mendapatkan ekonomi”[5] oleh karenanya divergensi dalam pemikiran ekonomi dan prakteknya antara Islam dengan materialisme sebagai cikal-bakal kapitalisme dan sosialisme tak terelakkan, sehingga masing-masing menyusun paradigmanya sendiri. Dengan demikian, adalah cukup pantas untuk dinyatakan bahwa ilmu (dan juga sistem) ekonomi modern tersebut telah menyimpang dari (departed from) ilmu (dan sistem) ekonomi Islam.
Penguatan sistem-sistem ekonomi dalam filsafat materialisme yang melahirkan kedua sistem (sosialisme dan kapitalisme) tersebut semakin tampak, sehingga penyimpangannya dari sistem Islam juga terlihat secara nyata dari kerusakan yang yang ditimbulkannya. Dengan demikian adalah tugas manusia, khususnya ummat Islam, untuk mengembalikan ilmu ekonomi, beserta seluruh perangkatnya, secara gradual agar mengarah pada konvergensi kembali dengan ajaran Islam.
METODOLOGI ILMU EKONOMI ISLAM
Bila metodologi dalam ilmu ekonomi konvensional yang kita kenal di abad modern ini hadir dan memperoleh pengukuhannya setelah relatif mapannya perkembangan ilmu ekonomi itu sendiri, sehingga keberadaan metodologi menjadi alat justifikasi untuk membenarkan keberadaan ilmu ekonomi berikut fakta empiriknya, sebaliknya metodologi dalam ilmu ekonomi Islam dibangun terlebih dahulu.[6] Oleh karena itu, dalam kasus konvensional, perubahan yang bersifat metodologis adalah sah, disebabkan kemungkinan perubahan praktek-praktek ekonomi. Sementara kekukuhan metodologi dalam ilmu-ilmu Islam (Shari’ah) menghasilkan kekukuhan nilai-nilai etika Islam dalam perkembangan ilmu termasuk ilmu ekonomi. Perubahan situasi masyarakat dapat menyebabkan perubahan pada peringkat teori, namun bukan metodologinya.
Metodologi ilmu ekonomi Islam terangkum dalam pemikiran ushul al-fiqh, yang secara teoretik menghasilkan fiqh dengan merangkumi fiqh mu’amalah. Metodologi tersebut memiliki pendekatan reasoning yang hampir sama seperti dikenal dalam metodologi sekular melalui penalaran deduksi dan induksinya. Kalangan Madzhab Shafi’ie dan mutakallimun (termasuk kalangan Mu’tazilah) lebih banyak mempergunakan landasan teoretik dan filosofis, sebagai standar dalam penyajian solusi atas persoalan yang ditemukan dalam masyarakat. Berdasarkan madzhabnya, pendekatan ini dinamakan Ushul al-Shafi’iyyah atau Tariqah al-Mutakallimun. Pada sisi lain, para ulama lain, khususnya madzhab Hanafi, mengembangkan apa yang kemudian disebut Ushul al-Hanafiyyah atau Tariqah al-Fuqaha, yang hampir sepenuhnya menggunakan pendekatan penalaran deduktif dengan memformulasikan doktrin teoretis yang sesuai dengan permasalahan sosial yang berkembang.[7] Pembahasan lebih mendalam untuk permasalahan tersebut sejauh ini lebih banyak dijumpai dalam materi Fiqh atau Shari’ah.
PERLUNYA MATEMATIKA DAN INFERENSI STATISTIK
Karena suatu teori banyak menyandarkan pada penemuan empirik di lapangan, maka pemakaian alat analisa statistik dan ekonometrik juga merupakan sebuah keniscayaan dalam ilmu ekonomi Islam. Sebagai contoh dalam sistem Islam dengan profit-loss sharing (PLS), produksi adalah suatu combined effort antara pemilik modal dan pekerja, maka profit tidak hanya dinikmati oleh pemilik modal, melainkan juga oleh para pekerja, dengan demikian sekaligus juga memperhatikan aspek distribusi pendapatan. Secara fungsional hal ini dapat digambarkan dengan matematika dan ekonometrik sederhana sebagai:[8]
Q = f ( P, W) (1)
Q = P + W (2)
dimana Q dapat dianggap sebagai net value added atau output, P adalah laba, dan W mewakili kepentingan pekerja, sebagai upah minimum. Oleh karena laba dibagi antara para pemilik modal dan pekerja, maka P terdiri atas a P dan (1-a) P untuk masing-masing, sehingga
Q = a P + (1-a) P + W (3)
Bila upah pekerja yang berlaku di bursa tenaga kerja adalah U, di atas upah minimum, maka kelebihan upah di pasaran terhadap upah minimum adalah (U-W), dengan demikian untuk menyesuaikan dengan upah di pasaran, persamaan (3) dapat diubah menjadi:
Q = a P + (1-a) P – U + W + U
Q = a P + [(1-a) P – (U – W)] + U (4)
Misal, [(1-a) P – (U – W)] diganti dengan B (bonus), dengan pemahaman bahwa manajemen melaksanakan keadilan dengan membagi hak-hak para pekerja tanpa kesulitan menjelaskan kepada mereka dengan perhitungan yang rumit, maka diperoleh
Q = a P + B + U (5)
a P menjadi bagian dari laba yang diperoleh para pemilik modal dan dapat dibagi dalam bentuk dividen, sedang (B + U) menjadi bagian para pekerja yang terdiri dari upah yang berlaku di pasar tenaga kerja dan bonus yang diperolehnya. Regresi ekonometrik dapat dilakukan dengan memilih persamaan yang relevan dengan data empirik yang diperoleh di lapangan, misalnya dari persamaan (3) atau (5).
Q = b0 + b1P + b2B + b3U + e, P > 0, B > 0, U > 0 (6)
dengan e adalah error.
Untuk keperluan teoretisasi, seperangkat asumsi dapat dibangun sebagai landasan untuk menyusun seperangkat teori. Asumsi-asumsi tersebut berasal dari bangunan Shari’ah, pada satu sisi, yang dapat dikategorikan sebagai elemen yang “tidak berubah” secara prinsip, misalnya aplikasi zakat pada investasi, tiadanya unsur exploitasi (dhulm), ketidak-pastian (gharar), dan sebagainya, dan pada sisi lain juga berasal dari hal-hal yang bersifat tabi’ie yang dapat berubah berdasarkan pengalaman empirik.
METODOLOGI PENGAJARAN ILMU EKONOMI ISLAM
Dalam rangka mensosialisaikan ilmu ekonomi Islam kepada masyarakat, ada prasyarat atau asumsi yang harus dipenuhi terlebih dahulu, yaitu bahwa kepercayaan akan keberadaan sistem ekonomi Islam adalah mutlak diperlukan, dan bahwa kehadiran ilmu ekonomi untuk menjelaskan keberadaan sistem tersebut sudah tidak dipertanyakan lagi, minimal oleh ummat Islam. Masyhudi[9] mencatat dua strategi dasar yang perlu dikembangkan, sebagaimana sosialisasi pendekatan konvensional, yaitu melalui dunia akademik dan praktek empirik.
Strategi tersebut dapat dikembangkan secara integratif melalui sebuah proses Islamisasi ilmu ekonomi dengan langkah-langkah secara sistematis, sebagaimana telah dianjurkan oleh sejumlah kalangan termasuk International Institute of Islamic Thought (IIIT).[10] Gambar 1 menunjukkan langkah-langkah yang mungkin (atau bahkan harus) ditempuh dalam proses Islamisasi ilmu ekonomi, yang hendak diajarkan, khususnya melalui dunia akademik. Penguasaan ilmu-ilmu alat berupa ilmu-ilmu Shari’ah merupakan kebutuhan mutlak dalam sistem proses ini. Kelemahan bagi dalam hal ini dapat meyebabkan kekeliruan dalam memberikan interpretasi atau bahkan menjustifikasi praktek-praktek yang menyimpang dari ajaran Islam. Namun bukan berarti ummat kita dilarang sama sekali, oleh karenanya usaha harendaknya tetap dilakukan. Langkah kedua adalah penguasaan teori-teori dalam ilmu ekonomi, yang merupakan prasyarat dalam memahami ilmu ekonomi konvensioanl, sehingga dapat negetahui kelemahannya maupun kelebihannya untuk dapat diidentifikasi dalam rangka Islamisasi. Langkah berikutnya adalah menganalisa melalui kombinasi metoda sebagaimana telah didiskusikan di atas untuk memperoleh hasil sintesa ilmu ekonomi yang sarat dengan muatan nilai-nilai Islam.
PENERAPAN NILAI KE DALAM KURIKULUM DAN SILABI
Secara langsung kita mendiskusikan kemungkinan proses tersebut dilaksanakan. Terdapat setidaknya dua skenario untuk melaksanakan proses peng-Islaman ilmu ekonomi melalui proses belajar-mengajar di bangku perguruan tinggi. Pertama, ketersediaan sumberdaya manusia (SDM) yang memiliki penguasaan kedua faktor (ilmu alat dan ilmu ekonomi konvensioanl) cukup memadai, dan kedua prasyarat ini tidak atau belum terpenuhi. Tulisan ini mengambil skenario yang kedua sesuai dengan situasi dan kondisi serta keterbatasan Fakultas Ekonomi UMY.
Gambar 1
Langkah-langkah dalam Islamisasi Ilmu Ekonomi
Penguasaan
ilmu-ilmu alat seperti
Shar’iah, Fiqh, dsb., dalam
Rangka memahami nilai-
nilai Islam
Penguasaan terhadap ilmu
Ekonomi konvensional
Sintesa ilmu ekonomi
yang sarat dengan muatan
nilai-nilai Islam
Juga terdapat setidaknya dua kemungkinan dalam skenario yang kedua. Pertama berdasar pada kuantitas materi (mata kuliah), sehingga tanpa mengubah jumlah satuan kredit semester (SKS) dalam keseluruhan program, cara ini hanya dapat ditempuh dengan mengurangi porsi mata kuliah ekonomi konvensional untuk menambah materi ke-Islaman, atau keharusan mengurangi muatan nasional dalam rangka menambah muatan lokal.
Pilihan terbaik adalah kemungkinan kedua yaitu berdasar kualitas materi (mata kuliah), yang dilakukan dengan cara mengintegrasikan muatan ke-Islaman ke dalam materi konvensional, dan pada sisi lain, memasukkan elemen-elemen pengajaran ekonomi berikut aspek rasionalitasnya ke dalam materi ke-Islaman dan/atau ke-Muhammadiyahan. Cara ini dapat pula dipandang sebagai “win-win” method, tanpa mengurangi kuantitas kedua kurikulum (nasional dan lokal) yang dibebankan kepada mahasiswa. Alternatif kedua ini mengharuskan SDM (dalam hal ini staf pengajar) untuk mendekati skenario pertama, yaitu dengan memacu diri untuk lebih memahami ilmu-ilmu alat, seperti bahasa Arab, ilmu Shari’ah, Fiqh, dan sebagainya. Apabila upaya ini agak susah dilakukan, sebagai gantinya, dapat ditempuh dengan cara shortcut, yaitu dengan mempelajari langsung tulisan-tulisan tentang ilmu ekonomi Islam, khususnya yang berbahasa Inggris karena kualitasnya secara relatif lebih baik.
Gambar 2
Penerapan Nilai-nilai Islam ke dalam Mata Kuliah (MK)
MK sebagai sebuah entitas mandiri
1. topik pembahasan I
2. topik pembahasan II
3. topik pembahasan III
Nilai-Nilai Islam
4. topik pembahasan IV
5. topik pembahasan V
6. topik pembahasan VI
7. topik pembahasan VII
PENERAPAN NILAI KE DALAM MATERI (MATA KULIAH)
Berdasarkan keterbatasan jumlah materi dalam kurikulum lokal yang dibenarkan, maka Fakultas perlu mencari modus yang paling layak untuk memasukkan nilai-nilai ke-Islaman tersebut ke dalam materi-materi atau mata kuliah (MK) yang tergabung dalam kelompok kurikulum nasional, tanpa mengurangi jumlah materi sehingga tujuan umum secara nasional tentang pemahaman ilmu ekonomi tetap tercapai, dan tanpa menambah beban SKS yang mungkin akan memberatkan mahasiswa. Caranya bukan dengan menyisipkan suatu topik pembahasan tersendiri ke dalam MK yang bersangkutan, karena hal ini akan mengurangi jumlah topik pembahasan dalam setiap MK yang disampaikan, melainkan dengan mendekati setiap topik pembahasan dengan pendekatan Islam. Gambar 2 menunjukkan metoda memasukkan nilai-nilai Islam tersebut.
Sejumlah strategi yang mendukung penerapan nilai Islam ke dalam mata kuliah, atau lebih tepatnya proses Islamisasi ekonomi melalui mata kuliah, dapat dilakukan misalnya dengan memberikan tugas-tugas tertentu sebagai berikut:
1. Penugasan dalam bentuk membaca tulisan-tulisan ekonomi Islam dengan memperbandingkannya dengan yang konvensional. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana mahasiswa melaksanakannya adalah dengan cara spot test, atau melalui tanya jawab ringan 5 – 10 menit sebelum mulai kuliah.
2. Penugasan dalam bentuk paper dan/atau presentasi, baik perorangan atau kelompok. Penugasan seperti ini dapat dilakukan satu atau dua kali dalam satu semester tergantung kebutuhan dan keterbatasan. Caranya melalui:
a. Telaah terhadap ayat-ayat al-Qur’an atau al-Hadits yang berkaitan dengan masalah ekonomi secara teoretik, bila perlu disertai dengan penjelasan grafik, penjelasan matematis, dan sebagainya;
b. Telaah beberapa pandangan ulama tradisional yang dijumpai dalam sejarah Islam secara teoretik melalui ilmu ekonomi konvensional;
c. Telaah terhadap artikel atau bab dalam buku ekonomi Islam; dan
d. Komentar atas buku konvensional dengan memakai kacamata Islam;
Guna memenuhi target-target yang dkehendaki, maka ketersediaan literatur ilmu ekonomi Islam adalah mutlak diperlukan. Oleh karenanya setiap mata kuliah yang diajarkan hendaknya disertai referensi buku-buku atau tulisan lain yang relevan untuk mendampingi referensi yang bersifat konvensional. Demikian pula mahasiswa diminta untuk memiliki paling tidak satu buku bagi setiap MK.
PENUTUP
Pada dasarnya sistem ekonomi Islam amat diperlukan sebagai alternatif terhadap sistem kapitalisme (maupun sosialisme) yang ada yang telah menunjukkan kian parahnya ekses negatif yang diderita masyarakat sebagai akibat ketergantungannya pada sistem tersebut. Sejalan dengan itu pengembangan ilmu ekonomi Islam guna mencapai sebuah sistenm ekonomi yang lebih Islami, lebih berkeadilan dan berperi-kemanusiaan, adalah bersifat imperatif. Sistem dan ilmu ekonomi Islam tidak hanya bermanfaat bagi ummat Islam saja, melainkan juga bagi seluruh ummt manusia di muka bumi, karena sistem tersebut dalam sejarahnya, dan juga pada praktik-praktik yang terjadi di beberapa negara, cukup rasional dan mendatangkan keuntungan yang lebih tinggi kepada semua fihak, dengan effisiensi yang relatif lebih tinggi, dengan adanya eliminasi terhadap berbagai unsur eksploitasi (riba) dan ketidak-pastian (gharar).
Guna mencapai tujuan tersebut, perlu sosialisasi ilmu, dalam rangka pembentukan sistem, ekonomi Islam melalui jalur pendidikan secara lebih sistematis dengan pendekatan metodologis yang sesuai. Pemahaman metodologi ilmu ekonomi Islam menjadi prasyarat bagi tujuan yang dikehendaki, sekaligus memberikan fasilitas terhadap upaya pengajaran. Dalam rangka itulah Fakultas Ekonomi UMY melancarkan program pengembangan fakultas melalui program studi ilmu ekonomi dengan konsentrasi ilmu ekonomi Islam. Metoda yang ditempuh lebih mengacu pada pertimbangan faktor kualitas (dari pada kuantitas) materi dalam kurikulum, sebagaimana yang diberlakukan secara nasional dengan tetap mengakomodasi kepentingan kurikulum lokal. Oleh karenanya, metoda “Islamisasi” yaitu dengan menerapkan atau meyerapkan nilai-nilai Islam kedalam setiap materi yang ditawarkan, diharapkan akan lebih relevan serta tidak menimbulkan “kekagetan” selama berlangsungnya proses belajar-mengajar. Wallahu a’lam bish-shawab.
* Disampaikan dalam forum diskusi pengembangan ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi UMY, dihadapan Tim “Divisi Pengembangan Ekonomi Islam” dan seluruh staf akademik FE-UMY pada tanggal 15 September 1998.
** Dosen Fakultas Ekonomi UMY, kandidat Ph.D. dalam ilmu ekonomi Islam pada International Islamic University Malaysia (IIUM).
[1] Lihat Drs. H. Masyhudi Muqorobin, Akt., “Ekonomi Islam dan Sosialisasinya melalui Jalur Pendidikan, ”Utilitas” (Jurnal Fakultas Ekonomi UMY), ed. 2 tahun II, Juni 1994, halaman 11.
[2] Masyhudi Muqorobin “Beberapa Persoalan Metodologis dalam Ilmu Ekonomi: Antara Sekular dan Islam,” Universal: Jurnal Pemikiran Alternatif (PB HMI), halaman 26.
[3] Al-Syaikh al-Imam Ibn Taymiyyah, Public Duties in Islam: the Institution of Hisba, trans. By Muhtar Holland, The Islamic Foundation, Leicester, 1982/1402.
[4] Lebih jelasnya lihat Masyhudi Muqorobin, “Ekonomi Islam” Ibid, hal. 16.
[5] Adam Smith’s Mistake, sebuah tulisan Kenneth Lux memaparkan “dosa sejarah” yang dilakukan oleh Adam Smith, seorang filsuf moral yang yang mengubah jalan hidupnya menuju jalan lain yaitu pemikir ekonomi. Lihat tulisan Zubair Hasan tentang hal ini pada “Economic Development in Islamic Perspective: Concept, Objective, and Some Issues,” Journal of Islamic Economics, vol. 1 (1995), utamanya pada halaman 94-97.
[6] Lihat Drs. Masyhudi Muqorobin, “Beberapa Persoalan Metodologis” ibid, hal. 29.
[7] Banyak ulama fiqh membeberkan pemikiran tersebut, termasuk Muahmmad Hashim Kamali Principles of Islamic Jurisprudence, Pelanduk Publications, Selangor, 1989, hal. 9-12.
[8] Dikembangkan dari Zubair Hasan, “Distributional Equity in Islam,” in. Munawar Iqbal (ed.), Distributive Justice and Need Fulfilment in an Islamic Economy. Islamabad: International Islamic University Islamabad, halaman 35-62.
[9] Drs. Masyhudi M., “Ekonomi Islam” Ibid, hal. 17-18.
[10] International Institute of Islamic Thought (IIIT), Islamization of knowledge: general principles and work plan, International Islamic Publishing House, Riyadh, 1401/1981.
ILMU EKONOMI ISLAM:
SEBUAH REFLEKSI KE ARAH PENYUSUNAN KURIKULUM
DAN SILABUS EKONOMI ISLAM
PADA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA*
Oleh : Drs. Masyhudi Muqorobin, M.Ec., Akt,**
PENDAHULUAN
Perekonomian global yang sedang dilanda krisis sebagai akibat dari spekulasi mata uang, cenderung mengarah pada resesi atau pun depresi global. Hal ini terlihat dari pengaruh krisis tersebut di hampir semua negara ASEAN dan beberapa negara sekitarnya yang lebih dikenali sebagai “Macan Asia”, dari yang intensiatsnya kecil semisal Singapura hingga yang parah seperti Thailand, Malaysia, Philipina, dan yang paling terpuruk sebagaimana negeri kita tercinta, Indonesia. Berbagai belahan dunia juga telah merasakan pengaruhnya termasuk Cina dan Jepang, meskipun tak begitu kentara, sementara Rusia mengalami kesulitan yang juga tidak kalah serius. Setelah “matinya” sistem sosialisme, tatkala hampir semua negar atelah mempercayakannya pada sistem kapitalisme, kapitalisme mulai menggerogoti dari dalam, menerusi kepincangan yang ditimbulkannya melalui pathologi sosial yang kian parah, seperti pelebaran ketimpangan dalam pembagian kue kesejahteraan, disequilibrium pasar, maupun pemiskinan terhadap sebagian besar anggota masyarakat.[1]
Kegagalan kapitalisme dalam menghadapi problem ekonomi yang ditimbulkan oleh ketidak-adilan atau keazaliman yang inherent dalam sistem tersebut, (seharusnya dapat) memaksa ummat Islam kembali kepada nilai-nilai murni ajaran Islam yang sarat dengan muatan keadilan. Kajian melalui pendekatan etika banyak ditemukan dalam perkembangan sejarah Islam, demikian pula mengenai contoh-contoh empirik tentang perilaku ekonomi umat Islam, sebagaimana banyak ditemukan dalam sejarah mulai dari jaman Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Persoalannya adalah bagaimana mengetengahkan ekonomi Islam sebagai ilmu atau bahan kajian secara ilmiah dalam format yang berkesesuaian dengan perlembangan ilmu pengetahuan modern, sehingga ilmu ekonomi tersebut juga, pada sisi lain, akan mampu menghasilkan sebuah sistem perekonomian masa depan yang lebih berkeadilan baik dalam konteks Islam maupun kemanusiaan pada umumnya. Makalah ini mencoba memaparkan metodologi pengajaran, sebagai bahan kajian awal guna merancang sebuah sistem pendidikan ekonomi Islam pada Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FE-UMY), tanpa suatu ambisi untuk menjawab semua permasalahan yang terkait dengn krisis di atas secara langsung.
REFLEKSI SEJARAH
Ekonomi sebagai perilaku, bahkan sebagai sebuah sistem, sudah ada ketika manusia pertama diciptakan dimuka bumi, sesederhana apapun, melalui aspek-aspek konsumsi dan produksi yang dilakukannya. Sedangkan ketika manusia hidup secara sosial, interaksi antar mereka telah menciptakan sistem distribusi sebagai elemen utama yang ketiga dalam sistem ekonomi. Ia menjadi sebuah (ilmu) pengetahuan, ketika manusia mulai merumuskan perangkat ilmiahnya dalam sejumlah kategori ilmu. Disinilah dokumen pertama dalam sejarah ilmu ekonomi konvensional menceriterakan seorang Aristoteles, dalam “Politics”-nya, membuat formulasi “ilmu ekonomi” yang dikenal sebagai “oikonomia”, yang kemudian dikembangkan lagi oleh pemikir Muslim Ibnu Sina dalam “al-‘ilm al-tadbir al-manzili”, membaginya dalam sejumlah kategori.[2] Pemikiran ekonomi berkembang terutama di awal perkembangan Islam, khususnya berkenaan dengan transaksi jual-beli, zakat, perpajakan dan sebagainya menghasilkan sejumlah pemikir kenamaan dari masa-ke masa. Diantara mereka adalah termasuklah keempat imam madzhab, yaitu Imam Ahmad, Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’ie, beserta para pengikut dari kalangan mereka. Imam Abu Hanifah bahkan telah mengembangkan model transaksi yang dikenal dengan bai’ al-salam, yaitu transaksi jual-beli dengan pengiriman barang dibelakang, yang pada abad modern dapat diberlakukan pada kasus transaksi pembelian barang yang dipesan (dibuat), namun dengan ketentuan bahwa spesifikasi barang tersebut adalah jelas.
Beberapa nama lain seperti Ibnu Taymiyyah,[3] yang menulis buku tentang al-Hisbah (pengendalian perekonomian), yang juga memuat masalah price control, penetuan profit yang reasonable, pembatasan praktek monopoli/monopsoni dan oligopoli/oligopsoni, maupun pemikiran ekonomi yang humanistik. Ibnu Khaldun juga seorang pemikir besar dalm kategori ilmu-ilmu sosial termasuk ekonomi (meskipun ia baru disebut ilmu ekonomi sekitar dua abad terakhir ini), yang pandangan sosiologisnya mendahului Auguste Compte, banyak membahas tentang masalah penerapan nilai etika dalam (ilmu) ekonomi, theori permintaan dan penawaran, konsumsi, produksi maupun distribusi, dan sebagainya.[4]
Akan tetapi pergeseran peradaban dari Islam ke Barat, dengan pusat kekuatannya di Spanyol telah menjadikan ilmu dan sistem ekonomi kehilangan kekuatan etika moral, melalui proses sekularisasi yang didahului oleh sebuah momentum yang dikenali sebagai renaissance atau “pencerahan”. Adam Smith adalah orang yang paling bertanggungjawab dalam “melepaskan moralitas sosial untuk mendapatkan ekonomi”[5] oleh karenanya divergensi dalam pemikiran ekonomi dan prakteknya antara Islam dengan materialisme sebagai cikal-bakal kapitalisme dan sosialisme tak terelakkan, sehingga masing-masing menyusun paradigmanya sendiri. Dengan demikian, adalah cukup pantas untuk dinyatakan bahwa ilmu (dan juga sistem) ekonomi modern tersebut telah menyimpang dari (departed from) ilmu (dan sistem) ekonomi Islam.
Penguatan sistem-sistem ekonomi dalam filsafat materialisme yang melahirkan kedua sistem (sosialisme dan kapitalisme) tersebut semakin tampak, sehingga penyimpangannya dari sistem Islam juga terlihat secara nyata dari kerusakan yang yang ditimbulkannya. Dengan demikian adalah tugas manusia, khususnya ummat Islam, untuk mengembalikan ilmu ekonomi, beserta seluruh perangkatnya, secara gradual agar mengarah pada konvergensi kembali dengan ajaran Islam.
METODOLOGI ILMU EKONOMI ISLAM
Bila metodologi dalam ilmu ekonomi konvensional yang kita kenal di abad modern ini hadir dan memperoleh pengukuhannya setelah relatif mapannya perkembangan ilmu ekonomi itu sendiri, sehingga keberadaan metodologi menjadi alat justifikasi untuk membenarkan keberadaan ilmu ekonomi berikut fakta empiriknya, sebaliknya metodologi dalam ilmu ekonomi Islam dibangun terlebih dahulu.[6] Oleh karena itu, dalam kasus konvensional, perubahan yang bersifat metodologis adalah sah, disebabkan kemungkinan perubahan praktek-praktek ekonomi. Sementara kekukuhan metodologi dalam ilmu-ilmu Islam (Shari’ah) menghasilkan kekukuhan nilai-nilai etika Islam dalam perkembangan ilmu termasuk ilmu ekonomi. Perubahan situasi masyarakat dapat menyebabkan perubahan pada peringkat teori, namun bukan metodologinya.
Metodologi ilmu ekonomi Islam terangkum dalam pemikiran ushul al-fiqh, yang secara teoretik menghasilkan fiqh dengan merangkumi fiqh mu’amalah. Metodologi tersebut memiliki pendekatan reasoning yang hampir sama seperti dikenal dalam metodologi sekular melalui penalaran deduksi dan induksinya. Kalangan Madzhab Shafi’ie dan mutakallimun (termasuk kalangan Mu’tazilah) lebih banyak mempergunakan landasan teoretik dan filosofis, sebagai standar dalam penyajian solusi atas persoalan yang ditemukan dalam masyarakat. Berdasarkan madzhabnya, pendekatan ini dinamakan Ushul al-Shafi’iyyah atau Tariqah al-Mutakallimun. Pada sisi lain, para ulama lain, khususnya madzhab Hanafi, mengembangkan apa yang kemudian disebut Ushul al-Hanafiyyah atau Tariqah al-Fuqaha, yang hampir sepenuhnya menggunakan pendekatan penalaran deduktif dengan memformulasikan doktrin teoretis yang sesuai dengan permasalahan sosial yang berkembang.[7] Pembahasan lebih mendalam untuk permasalahan tersebut sejauh ini lebih banyak dijumpai dalam materi Fiqh atau Shari’ah.
PERLUNYA MATEMATIKA DAN INFERENSI STATISTIK
Karena suatu teori banyak menyandarkan pada penemuan empirik di lapangan, maka pemakaian alat analisa statistik dan ekonometrik juga merupakan sebuah keniscayaan dalam ilmu ekonomi Islam. Sebagai contoh dalam sistem Islam dengan profit-loss sharing (PLS), produksi adalah suatu combined effort antara pemilik modal dan pekerja, maka profit tidak hanya dinikmati oleh pemilik modal, melainkan juga oleh para pekerja, dengan demikian sekaligus juga memperhatikan aspek distribusi pendapatan. Secara fungsional hal ini dapat digambarkan dengan matematika dan ekonometrik sederhana sebagai:[8]
Q = f ( P, W) (1)
Q = P + W (2)
dimana Q dapat dianggap sebagai net value added atau output, P adalah laba, dan W mewakili kepentingan pekerja, sebagai upah minimum. Oleh karena laba dibagi antara para pemilik modal dan pekerja, maka P terdiri atas a P dan (1-a) P untuk masing-masing, sehingga
Q = a P + (1-a) P + W (3)
Bila upah pekerja yang berlaku di bursa tenaga kerja adalah U, di atas upah minimum, maka kelebihan upah di pasaran terhadap upah minimum adalah (U-W), dengan demikian untuk menyesuaikan dengan upah di pasaran, persamaan (3) dapat diubah menjadi:
Q = a P + (1-a) P – U + W + U
Q = a P + [(1-a) P – (U – W)] + U (4)
Misal, [(1-a) P – (U – W)] diganti dengan B (bonus), dengan pemahaman bahwa manajemen melaksanakan keadilan dengan membagi hak-hak para pekerja tanpa kesulitan menjelaskan kepada mereka dengan perhitungan yang rumit, maka diperoleh
Q = a P + B + U (5)
a P menjadi bagian dari laba yang diperoleh para pemilik modal dan dapat dibagi dalam bentuk dividen, sedang (B + U) menjadi bagian para pekerja yang terdiri dari upah yang berlaku di pasar tenaga kerja dan bonus yang diperolehnya. Regresi ekonometrik dapat dilakukan dengan memilih persamaan yang relevan dengan data empirik yang diperoleh di lapangan, misalnya dari persamaan (3) atau (5).
Q = b0 + b1P + b2B + b3U + e, P > 0, B > 0, U > 0 (6)
dengan e adalah error.
Untuk keperluan teoretisasi, seperangkat asumsi dapat dibangun sebagai landasan untuk menyusun seperangkat teori. Asumsi-asumsi tersebut berasal dari bangunan Shari’ah, pada satu sisi, yang dapat dikategorikan sebagai elemen yang “tidak berubah” secara prinsip, misalnya aplikasi zakat pada investasi, tiadanya unsur exploitasi (dhulm), ketidak-pastian (gharar), dan sebagainya, dan pada sisi lain juga berasal dari hal-hal yang bersifat tabi’ie yang dapat berubah berdasarkan pengalaman empirik.
METODOLOGI PENGAJARAN ILMU EKONOMI ISLAM
Dalam rangka mensosialisaikan ilmu ekonomi Islam kepada masyarakat, ada prasyarat atau asumsi yang harus dipenuhi terlebih dahulu, yaitu bahwa kepercayaan akan keberadaan sistem ekonomi Islam adalah mutlak diperlukan, dan bahwa kehadiran ilmu ekonomi untuk menjelaskan keberadaan sistem tersebut sudah tidak dipertanyakan lagi, minimal oleh ummat Islam. Masyhudi[9] mencatat dua strategi dasar yang perlu dikembangkan, sebagaimana sosialisasi pendekatan konvensional, yaitu melalui dunia akademik dan praktek empirik.
Strategi tersebut dapat dikembangkan secara integratif melalui sebuah proses Islamisasi ilmu ekonomi dengan langkah-langkah secara sistematis, sebagaimana telah dianjurkan oleh sejumlah kalangan termasuk International Institute of Islamic Thought (IIIT).[10] Gambar 1 menunjukkan langkah-langkah yang mungkin (atau bahkan harus) ditempuh dalam proses Islamisasi ilmu ekonomi, yang hendak diajarkan, khususnya melalui dunia akademik. Penguasaan ilmu-ilmu alat berupa ilmu-ilmu Shari’ah merupakan kebutuhan mutlak dalam sistem proses ini. Kelemahan bagi dalam hal ini dapat meyebabkan kekeliruan dalam memberikan interpretasi atau bahkan menjustifikasi praktek-praktek yang menyimpang dari ajaran Islam. Namun bukan berarti ummat kita dilarang sama sekali, oleh karenanya usaha harendaknya tetap dilakukan. Langkah kedua adalah penguasaan teori-teori dalam ilmu ekonomi, yang merupakan prasyarat dalam memahami ilmu ekonomi konvensioanl, sehingga dapat negetahui kelemahannya maupun kelebihannya untuk dapat diidentifikasi dalam rangka Islamisasi. Langkah berikutnya adalah menganalisa melalui kombinasi metoda sebagaimana telah didiskusikan di atas untuk memperoleh hasil sintesa ilmu ekonomi yang sarat dengan muatan nilai-nilai Islam.
PENERAPAN NILAI KE DALAM KURIKULUM DAN SILABI
Secara langsung kita mendiskusikan kemungkinan proses tersebut dilaksanakan. Terdapat setidaknya dua skenario untuk melaksanakan proses peng-Islaman ilmu ekonomi melalui proses belajar-mengajar di bangku perguruan tinggi. Pertama, ketersediaan sumberdaya manusia (SDM) yang memiliki penguasaan kedua faktor (ilmu alat dan ilmu ekonomi konvensioanl) cukup memadai, dan kedua prasyarat ini tidak atau belum terpenuhi. Tulisan ini mengambil skenario yang kedua sesuai dengan situasi dan kondisi serta keterbatasan Fakultas Ekonomi UMY.
Gambar 1
Langkah-langkah dalam Islamisasi Ilmu Ekonomi
Penguasaan
ilmu-ilmu alat seperti
Shar’iah, Fiqh, dsb., dalam
Rangka memahami nilai-
nilai Islam
Penguasaan terhadap ilmu
Ekonomi konvensional
Sintesa ilmu ekonomi
yang sarat dengan muatan
nilai-nilai Islam
Juga terdapat setidaknya dua kemungkinan dalam skenario yang kedua. Pertama berdasar pada kuantitas materi (mata kuliah), sehingga tanpa mengubah jumlah satuan kredit semester (SKS) dalam keseluruhan program, cara ini hanya dapat ditempuh dengan mengurangi porsi mata kuliah ekonomi konvensional untuk menambah materi ke-Islaman, atau keharusan mengurangi muatan nasional dalam rangka menambah muatan lokal.
Pilihan terbaik adalah kemungkinan kedua yaitu berdasar kualitas materi (mata kuliah), yang dilakukan dengan cara mengintegrasikan muatan ke-Islaman ke dalam materi konvensional, dan pada sisi lain, memasukkan elemen-elemen pengajaran ekonomi berikut aspek rasionalitasnya ke dalam materi ke-Islaman dan/atau ke-Muhammadiyahan. Cara ini dapat pula dipandang sebagai “win-win” method, tanpa mengurangi kuantitas kedua kurikulum (nasional dan lokal) yang dibebankan kepada mahasiswa. Alternatif kedua ini mengharuskan SDM (dalam hal ini staf pengajar) untuk mendekati skenario pertama, yaitu dengan memacu diri untuk lebih memahami ilmu-ilmu alat, seperti bahasa Arab, ilmu Shari’ah, Fiqh, dan sebagainya. Apabila upaya ini agak susah dilakukan, sebagai gantinya, dapat ditempuh dengan cara shortcut, yaitu dengan mempelajari langsung tulisan-tulisan tentang ilmu ekonomi Islam, khususnya yang berbahasa Inggris karena kualitasnya secara relatif lebih baik.
Gambar 2
Penerapan Nilai-nilai Islam ke dalam Mata Kuliah (MK)
MK sebagai sebuah entitas mandiri
1. topik pembahasan I
2. topik pembahasan II
3. topik pembahasan III
Nilai-Nilai Islam
4. topik pembahasan IV
5. topik pembahasan V
6. topik pembahasan VI
7. topik pembahasan VII
PENERAPAN NILAI KE DALAM MATERI (MATA KULIAH)
Berdasarkan keterbatasan jumlah materi dalam kurikulum lokal yang dibenarkan, maka Fakultas perlu mencari modus yang paling layak untuk memasukkan nilai-nilai ke-Islaman tersebut ke dalam materi-materi atau mata kuliah (MK) yang tergabung dalam kelompok kurikulum nasional, tanpa mengurangi jumlah materi sehingga tujuan umum secara nasional tentang pemahaman ilmu ekonomi tetap tercapai, dan tanpa menambah beban SKS yang mungkin akan memberatkan mahasiswa. Caranya bukan dengan menyisipkan suatu topik pembahasan tersendiri ke dalam MK yang bersangkutan, karena hal ini akan mengurangi jumlah topik pembahasan dalam setiap MK yang disampaikan, melainkan dengan mendekati setiap topik pembahasan dengan pendekatan Islam. Gambar 2 menunjukkan metoda memasukkan nilai-nilai Islam tersebut.
Sejumlah strategi yang mendukung penerapan nilai Islam ke dalam mata kuliah, atau lebih tepatnya proses Islamisasi ekonomi melalui mata kuliah, dapat dilakukan misalnya dengan memberikan tugas-tugas tertentu sebagai berikut:
1. Penugasan dalam bentuk membaca tulisan-tulisan ekonomi Islam dengan memperbandingkannya dengan yang konvensional. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana mahasiswa melaksanakannya adalah dengan cara spot test, atau melalui tanya jawab ringan 5 – 10 menit sebelum mulai kuliah.
2. Penugasan dalam bentuk paper dan/atau presentasi, baik perorangan atau kelompok. Penugasan seperti ini dapat dilakukan satu atau dua kali dalam satu semester tergantung kebutuhan dan keterbatasan. Caranya melalui:
a. Telaah terhadap ayat-ayat al-Qur’an atau al-Hadits yang berkaitan dengan masalah ekonomi secara teoretik, bila perlu disertai dengan penjelasan grafik, penjelasan matematis, dan sebagainya;
b. Telaah beberapa pandangan ulama tradisional yang dijumpai dalam sejarah Islam secara teoretik melalui ilmu ekonomi konvensional;
c. Telaah terhadap artikel atau bab dalam buku ekonomi Islam; dan
d. Komentar atas buku konvensional dengan memakai kacamata Islam;
Guna memenuhi target-target yang dkehendaki, maka ketersediaan literatur ilmu ekonomi Islam adalah mutlak diperlukan. Oleh karenanya setiap mata kuliah yang diajarkan hendaknya disertai referensi buku-buku atau tulisan lain yang relevan untuk mendampingi referensi yang bersifat konvensional. Demikian pula mahasiswa diminta untuk memiliki paling tidak satu buku bagi setiap MK.
PENUTUP
Pada dasarnya sistem ekonomi Islam amat diperlukan sebagai alternatif terhadap sistem kapitalisme (maupun sosialisme) yang ada yang telah menunjukkan kian parahnya ekses negatif yang diderita masyarakat sebagai akibat ketergantungannya pada sistem tersebut. Sejalan dengan itu pengembangan ilmu ekonomi Islam guna mencapai sebuah sistenm ekonomi yang lebih Islami, lebih berkeadilan dan berperi-kemanusiaan, adalah bersifat imperatif. Sistem dan ilmu ekonomi Islam tidak hanya bermanfaat bagi ummat Islam saja, melainkan juga bagi seluruh ummt manusia di muka bumi, karena sistem tersebut dalam sejarahnya, dan juga pada praktik-praktik yang terjadi di beberapa negara, cukup rasional dan mendatangkan keuntungan yang lebih tinggi kepada semua fihak, dengan effisiensi yang relatif lebih tinggi, dengan adanya eliminasi terhadap berbagai unsur eksploitasi (riba) dan ketidak-pastian (gharar).
Guna mencapai tujuan tersebut, perlu sosialisasi ilmu, dalam rangka pembentukan sistem, ekonomi Islam melalui jalur pendidikan secara lebih sistematis dengan pendekatan metodologis yang sesuai. Pemahaman metodologi ilmu ekonomi Islam menjadi prasyarat bagi tujuan yang dikehendaki, sekaligus memberikan fasilitas terhadap upaya pengajaran. Dalam rangka itulah Fakultas Ekonomi UMY melancarkan program pengembangan fakultas melalui program studi ilmu ekonomi dengan konsentrasi ilmu ekonomi Islam. Metoda yang ditempuh lebih mengacu pada pertimbangan faktor kualitas (dari pada kuantitas) materi dalam kurikulum, sebagaimana yang diberlakukan secara nasional dengan tetap mengakomodasi kepentingan kurikulum lokal. Oleh karenanya, metoda “Islamisasi” yaitu dengan menerapkan atau meyerapkan nilai-nilai Islam kedalam setiap materi yang ditawarkan, diharapkan akan lebih relevan serta tidak menimbulkan “kekagetan” selama berlangsungnya proses belajar-mengajar. Wallahu a’lam bish-shawab.
* Disampaikan dalam forum diskusi pengembangan ekonomi Islam, Fakultas Ekonomi UMY, dihadapan Tim “Divisi Pengembangan Ekonomi Islam” dan seluruh staf akademik FE-UMY pada tanggal 15 September 1998.
** Dosen Fakultas Ekonomi UMY, kandidat Ph.D. dalam ilmu ekonomi Islam pada International Islamic University Malaysia (IIUM).
[1] Lihat Drs. H. Masyhudi Muqorobin, Akt., “Ekonomi Islam dan Sosialisasinya melalui Jalur Pendidikan, ”Utilitas” (Jurnal Fakultas Ekonomi UMY), ed. 2 tahun II, Juni 1994, halaman 11.
[2] Masyhudi Muqorobin “Beberapa Persoalan Metodologis dalam Ilmu Ekonomi: Antara Sekular dan Islam,” Universal: Jurnal Pemikiran Alternatif (PB HMI), halaman 26.
[3] Al-Syaikh al-Imam Ibn Taymiyyah, Public Duties in Islam: the Institution of Hisba, trans. By Muhtar Holland, The Islamic Foundation, Leicester, 1982/1402.
[4] Lebih jelasnya lihat Masyhudi Muqorobin, “Ekonomi Islam” Ibid, hal. 16.
[5] Adam Smith’s Mistake, sebuah tulisan Kenneth Lux memaparkan “dosa sejarah” yang dilakukan oleh Adam Smith, seorang filsuf moral yang yang mengubah jalan hidupnya menuju jalan lain yaitu pemikir ekonomi. Lihat tulisan Zubair Hasan tentang hal ini pada “Economic Development in Islamic Perspective: Concept, Objective, and Some Issues,” Journal of Islamic Economics, vol. 1 (1995), utamanya pada halaman 94-97.
[6] Lihat Drs. Masyhudi Muqorobin, “Beberapa Persoalan Metodologis” ibid, hal. 29.
[7] Banyak ulama fiqh membeberkan pemikiran tersebut, termasuk Muahmmad Hashim Kamali Principles of Islamic Jurisprudence, Pelanduk Publications, Selangor, 1989, hal. 9-12.
[8] Dikembangkan dari Zubair Hasan, “Distributional Equity in Islam,” in. Munawar Iqbal (ed.), Distributive Justice and Need Fulfilment in an Islamic Economy. Islamabad: International Islamic University Islamabad, halaman 35-62.
[9] Drs. Masyhudi M., “Ekonomi Islam” Ibid, hal. 17-18.
[10] International Institute of Islamic Thought (IIIT), Islamization of knowledge: general principles and work plan, International Islamic Publishing House, Riyadh, 1401/1981.
Yogyakarta, 25 Juli 2007
No : 01/B/JMME/Pan-PMB/2007
Hal : Permohonan bantuan dana
Lampiran : Satu bendel proposal
Yth. Bapak………..
di FE UGM
Assalamualaikum Wr. Wb.
Segala puji bagi Allah SWT atas limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya kepada kita hingga saat ini. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.
Sehubungan dengan akan adanya AMT (Achievement Motivation Training) dalam kegiatan SALAMMI (Salam Sapa Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi) nanti, maka kami berniat untuk menghadirkan pembicara Dr. Adhyaksa Dault, M.Si. pada:
Hari/Tanggal : Sabtu, 16 Agustus 2008
Waktu : 07.30-12.00 WIB.
Acara ini memerlukan dukungan dari berbagai pihak agar dapat berlangsung sesuai harapan. Besar harapan kami Bapak bersedia memberi dukungan dana demi suksesnya acara ini. Atas perhatian dan dukungannya kami ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Ketua JMME FE UGM, Ketua Panitia,
Imam Fauzy Adhitya Rangga Yoga
NIM : 05/15730/EK NIM : 05/16008/EK
No : 01/B/JMME/Pan-PMB/2007
Hal : Permohonan bantuan dana
Lampiran : Satu bendel proposal
Yth. Bapak………..
di FE UGM
Assalamualaikum Wr. Wb.
Segala puji bagi Allah SWT atas limpahan rahmat, taufik dan hidayah-Nya kepada kita hingga saat ini. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, sahabat, dan para pengikutnya hingga akhir zaman.
Sehubungan dengan akan adanya AMT (Achievement Motivation Training) dalam kegiatan SALAMMI (Salam Sapa Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi) nanti, maka kami berniat untuk menghadirkan pembicara Dr. Adhyaksa Dault, M.Si. pada:
Hari/Tanggal : Sabtu, 16 Agustus 2008
Waktu : 07.30-12.00 WIB.
Acara ini memerlukan dukungan dari berbagai pihak agar dapat berlangsung sesuai harapan. Besar harapan kami Bapak bersedia memberi dukungan dana demi suksesnya acara ini. Atas perhatian dan dukungannya kami ucapkan terima kasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
Ketua JMME FE UGM, Ketua Panitia,
Imam Fauzy Adhitya Rangga Yoga
NIM : 05/15730/EK NIM : 05/16008/EK
PROPOSAL
J M M E E V E N T D A N S A L A M M I
SEKRETARIAT
MUSHOLA AL-BANA LANTAI III, FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UGM, YOGYAKARTA 55281
TELEPON (0274) 548510-15 PESAWAT 258
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2008
PROPOSAL
JMME EVENT DAN SALAMMI
A. Pendahuluan
Tidak terasa tahun telah berganti. FEB akan kembali menerima civitas barunya. Semangat dan kebahagiaan terpancar dari mata para civitas muda karena mereka akan menjadi bagian dari keluarga besar FEB. Tentunya sebagai tuan rumah yang baik, sudah sepantasnya kita menyambut mereka dengan suasana yang hangat dan menyenangkan. Seperti kata pepatah yang mengatakan bahwa kesan pertama itu begitu penting maka kami selaku Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi ingin turut serta dalam menyambut adik-adik muslim FEB.
Para calon mahasiswa baru ini masih wangi dengan aroma masa SMA. Senyum dan sikap yang manja nan manis masih terlihat. Namun, langkah kaki mereka yang selalu semangat seakan mengisyaratkan mereka siap menghadapi tahap baru dalam hidupnya. Siap menginjakkan kaki sebagai manusia dewasa yang mandiri bukan lagi remaja. Fase inilah yang sangat menyita perhatian mereka. Fase yang didominasi oleh jiwa-jiwa muda yang labil. Jiwa-jiwa muda yang banyak dikatakan sedang mencari jati diri. Sebagian dari mereka membuka selebar-lebarnya terhadap lingkungan baru seakan siap menerima semua yang ada. Sebagian lagi menutup diri dan berhati-hati terhadap lingkungan baru.
Islam sebagai agama yang sempurna tentunya menyediakan semua solusi semua masalah-masalah tersebut di atas. Oleh karena itu, kembali pada Islam sekiranya merupakan suatu pilihan yang terbaik. Atas dasar itulah acara penyambutan mahasiswa baru Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi 2008 ini diharapkan mampu memberi pemahaman pada mahasiswa baru khususnya mahasiswa muslim bahwa kembali pada Islam adalah suatu langkah yang harus ditempuh dalam menapaki dinamika kehidupan mahasiswa.
B. Dasar Pemikiran
1. Firman Allah SWT
1.1. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS Ali Imran : 104)
1.2. Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah…….. (QS. Ali Imran : 110)
1.3. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Hasyr : 18)
1.4. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (QS. Ash Shaff : 4)
2. Anggaran Dasar dan Rumah Tangga Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi FEB UGM.
3. Program kerja kepengurusan Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi FEB UGM.
C. Nama Kegiatan
JMME Event dan SALAMMI
D. Tema Kegiatan
Kebangkitan Nasional
Allah SWT telah memberikan kenikmatan tak terkira kepada bangsa Indonesia berupa kebangkitan nasional. Kini genap seratus tahun kebangkitan nasional itu. Rasa syukur seakan tidak pantas bila hanya diucapkan dengan lisan dan perayaan tiada manfaat. Sebagai hamba Allah SWT sudah semestinya mengisi kebangkitan tersebut dengan pemikiran, ucapan, dan tindakan yang berlandaskan Islam sehingga menjadi generasi penerus bangsa yang dapat dipercaya dan dibanggakan.
E. Tujuan Kegiatan
1. Menegaskan kembali bahwa Islam adalah way of life.
2. Menanamkan ideologi yang benar.
3. Menyadarkan mahasiswa baru akan orientasi hidupnya.
4. Memberikan bekal kepada mahasiswa baru dalam menghadapi kehidupan dunia kampus.
5. Mengenalkan dan mencitrakan JMME-SEF
F. Target
1. Mahasiswa baru memahami kembali bawa Islam adalah way of life.
2. Mahasiswa baru memahami dan dapat menanamkan pada dirinya tentang ideologi yang benar.
3. Mahasiswa baru menemukan visi dan misi hidupnya.
4. Mahasiswa baru mendapatkan bekal yang memadai dalam menghadapi tantangan-tantangan yang telah menanti sebagai mahasiwa FEB UGM.
5. Mahasiswa mengenal dan memahami JMME dan SEF sebagai salah satu organisasi mahasiswa yang ada di FEB.
G. Sasaran
Mahasiswa muslim baru FEB UGM.
H. Tempat dan Tanggal Kegiatan
No.
Kegiatan
Tempat
Tanggal
1.
Stand Maba
GSP
25 Juni 2008
2.
AMT dan Pembekalan
Plaza FEB UGM
Sabtu, 16 Agustus 2008
I. Bentuk Kegiatan
Terlampir
J. Susunan Panitia
Terlampir
K. Anggaran Dana
Terlampir
L. Penutup
Demikianlah usulan kegiatan Penyambutan Mahasiswa Baru SALAMMI 2008 Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi FEB UGM. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi kita semua dan bagi perbaikan bangsa. Satu langkah ini kelak akan diikuti oleh langkah-langkah selanjutnya yang akan mengantarkan kita semua menuju asa dan harapan. Akhirnya kami berharap pihak yang berwenang menyetujui dan mendukung kegiatan yang akan kami laksanakan.
Sesungguhnya setiap amal saleh kepada Allah akan menumbuhkan balasan serupa dengan tumbuhnya sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir dan tiap-tiap bulir itu berisi seratus biji. Demikianlah Alah memberi balasan kepada orang yang menafkahkan sebagian hartanya di jalan Allah.
Lampiran 1
Bentuk Kegiatan
Penyambutan Mahasiswa Baru SALAMMI 2008
A. Pengadaan Stand
Stand Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi adalah salah satu bagian instrumen sosialisasi JMME bagi mahasiswa baru di samping memberikan pelayanan informasi seputar FEB UGM, bagaimana gambaran berkuliah di Yogyakarta, informasi seputar kost di Yogyakarta, dan informasi-informasi yang dibutuhkan lainnya.
Stand merupakan sarana positif untuk melakukan pengenalan kepada mahasiswa baru, apalagi dengan berbagai pelayanan dan info-info, pelayanan seperti tempat istirahat dan batuan informasi tentunya akan membantu sekali bagi mereka, terutama saat registrasi yang melelahkan. Mahasiswa baru yang masih awam dengan dunia kampus dan masih asing dengan suasana di Yogyakarta, akan sangat terbantu dengan adanya stand ini. Selain itu, stand ini juga menjadi pusat riset kami untuk mengetahui potensi mahasiswa baru angkatan 2008.
Dari segi teknis, kami mendesain stand ini dengan suasana yang nyaman. Kami ingin menunjukan bagaimana Islam menyambut tamu-tamunya dengan hangat dan ramah seperti halnya sambutan orang-orang kepada saudara-saudaranya. Dengan keramahan dan kenyaman yang ada di stand kami, mahasiswa baru akan tertarik untuk mengunjunginya.
Stand akan dibuat pada dua agenda penerimaan mahasiswa baru UGM, yaitu, registrasi ulang UM UGM dan SPMB.
a. Registrasi ulang UM UGM
Registrasi ulang mahasiswa baru UGM yang berhasil masuk melalui jalur UM UGM, dilaksanakan di Grha Sabha Pramana pada tanggal 25 Juni 2008.
b. Registrasi ulang SPMB.
B. AMT dan Pembekalan
Inilah acara puncak dari rangkaian acara Penyambutan Mahasiswa Baru JMME. Acara ini Insya Allah diselenggarakan dengan rincian sebagai berikut :
Hari, tanggal : Sabtu, 16 Agustus 2008
Tempat : Plaza FEB UGM
Waktu : Pukul 07.30 s.d. 12.00 WIB
Tema besar acara ini adalah “Bangkitkan Diri dengan Visi dan Misi Sejati”. Tema ini kami angkat dengan alasan bahwa setiap muslim akan bisa bangkit apabila dia memiliki visi dan misi yang benar, sebagaimana dituntunkan dalam syariat Islam. Oleh karena itu, sebagai seorang mahasiswa muslim hendaknya senantiasa berjuang di berbagai bidang, tidak hanya dalam bidang akademik, serta selalu meluruskan niat untuk mengamalkan perjuangan tersebut hanya karena Allah. Dengan visi dan misi yang benar itulah kaum muslimin akan dapat menggapai kembali kejayaannya.
Acara ini terbagi menjadi dua sesi. Sesi yang pertama adalah Achievement Motivation Training (AMT). Pada sesi ini mahasiswa baru akan mendapatkan motivasi yang akan memicu semangat mereka untuk berjuang dalam mengukir prestasi di berbagai bidang serta meluruskan niat perjuangan tersebut sesuai dengan tuntunan Islam. Sesi ini Insya Allah akan dibawakan oleh Dr. Adhyaksa Dault, M.Si. (Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia).
Sesi yang kedua yaitu Pembekalan, yang Insya Allah akan dibawakan oleh Salim A. Fillah (penulis buku Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim). Dalam sesi ini akan dipaparkan mengenai segala sesuatu yang harus dipersiapkan oleh mahasiswa baru untuk menjalani kehidupan baru mereka sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM sehingga diharapkan mereka akan mampu menggapai keberhasilan dan membawa Islam ke puncak kejayaan.
C. Pemberian Souvenir
Souvenir ini berupa stiker. Insya Allah souvenir ini akan dibagikan pada acara AMT dan Pembekalan. Tujuan dari acara ini adalah :
1. Membentuk atmosfer Islami di lingkungan mahasiswa baru FEB.
2. Meningkatkan semangat keislaman mahasiswa baru.
3. Sosialisasi informal mengenai eksistensi dan pencitraan JMME sebagai organisasi da’wah di FEB UGM.
Lampiran 2
Susunan Panitia
Penyambutan Mahasiswa Baru 2008
SALAMMI JMME FEB UGM
Pelindung
Allah SWT
Pembimbing
Dekan FEB UGM
Dr. Lincolin Arsyad, M.Sc.
Penasehat
Wakil Dekan III FEB UGM
Dra. Sari Winahjoe S., M.B.A
Penanggung Jawab
Ketua Umum Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi FEB UGM
Wikantioso (06/16352/EK)
Panitia Kegiatan
Ketua Panitia : Nova Kurniawan (07/16508/EK)
Sekretaris : Ema Nur Azizah Ma’sum (07/16765/EK)
Bendahara : Rina Indarwati (0716701/EK)
Dana Usaha : Dewi Wulansari (07/16803/EK)
Pubdok : Rysanti Windasari (07/16793/EK)
Perlengkapan : Arief Setyo Widodo (07/16781/EK)
Konsumsi : Eli Arnitawati (07/16690/EK)
Koordinator Acara
Stand : Eka Widyaputri (07/16725/EK)
AMT dan Pembekalan : Muhammad Fajar (07/16666/EK)
Souvenir : Agung Rahmanto (07/16783/EK)
Lampiran 3
Anggaran Dana
Rencana Pengeluaran
1 Kesekretariatan
a Pembuatan Proposal Kegiatan Rp 5.000,00
b Pengiriman Proposal Kegiatan Rp 20.000,00
c Pembuatan Proposal Sponsorship
15 proposal @ Rp 5.000,00 Rp 75.000,00
d Fotokopi Undangan
300 lembar @ Rp 75,00 Rp 22.500,00
e Pulsa Rp 100.000,00
Sub total Rp 222.500,00
2 Logistik
a Co-card
30 buah @ Rp 2.500,00 Rp 75.000,00
b Spanduk kegiatan
spanduk 3 x 1 meter Rp 75.000,00
c Banner Rp 100.000,00
d Souvenir stiker 240 buah Rp 80.000,00
Sub total Rp 330.000,00
3 Publikasi dan Dokumentasi
a Publikasi Rp 20.000,00
b Dokumentasi seluruh acara
(1) Foto Rp 30.000,00
(2) Transfer CD Rp 10.000,00
Sub total Rp 60.000,00
4 Stand
a Snack 50 @ Rp 2000,00 Rp 100.000,00
b Dana cadangan Rp 37.500,00
Sub total Rp 137.500,00
5 AMT dan Pembekalan
Pembicara Rp. 2.100.000,00
Nasyid Rp 500.000,00
Konsumsi Rp 400.000,00
Setting dan background Rp 100.000,00
Viewer Rp 200.000,00
Sound system Rp 400.000,00
HT Rp 150.000,00
Akomodasi Rp 100.000,00
Sub total Rp 3.950.000,00
Total Pengeluaran Rp 4.700.000,00
PROPOSAL SPONSORSHIP
PENYAMBUTAN MAHASISWA BARU TAHUN 2008
JAMAAH MAHASISWA MUSLIM EKONOMI FEB UGM
Penawaran Kerjasama
Penerimaan mahasiswa baru merupakan agenda tahunan Universitas Gadjah Mada, oleh karena itu JMME akan mengadakan acara penyambutan mahasiswa baru khususnya mahasiswa muslim 2008 sebagai bentuk kepedulian kami terhadap adik-adik kami. Acara ini kami beri nama Salam Sapa Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi (SALAMMI).
Pada kesempatan ini panitia mengajak Anda untuk meraih fadhilah dan limpahan pahala-Nya dengan bekerjasama dan berpartisipasi dalam rangkaian acara yang digelar selama kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Panitia mengajak Anda bekerjasama dan berpartisipasi melalui paket promosi dengan cara menyantumkan logo/produk dari perusahaan atau instansi Anda dalam acara yang diselenggarakan panitia.
Panitia menyediakan beberapa paket promosi yang dapat dipilih oleh sponsor, sesuai dengan besarnya keinginan sponsor untuk berpartisipasi dalam kegiatan Penyambutan Mahasiswa Baru JMME 2008. Paket promosi yang disediakan panitia meliputi :
1. Sponsor Tipe A
2. Sponsor Tipe B
3. Sponsor Tipe C
4. Sponsor Tipe D
5. Sponsor Tipe E
6. Sponsor Alternatif
Alasan untuk Berpartisipasi
Media promosi ini bermanfaat untuk menaikan citra produk dari perusahaan atau instansi yang ikut serta dalam acara-acara yang digelar oleh panitia penyambutan mahasiswa baru JMME, karena :
Kegiatan ini merupakan kegiatan kemahasiswaan yang bersifat sosial dan religius tetapi memiliki prospek marketing yang luar biasa dengan kos yang kecil.
Mahasiswa UGM terutama mahasiswa FEB adalah putra-putri generasi terbaik bangsa yang merupakan pembangun bangsa di masa depan. Jika anda berpartisipasi dalam kegiatan ini, itu menandakan kepedulian Anda terhadap nasib bangsa, terutama jika dilihat dari kondisi bangsa saat ini yang sangat memprihatinkan.
Anda akan memperoleh kesempatan baik untuk membentuk brand/company image yang positif di kalangan masyarakat kampus FEB UGM.
Selain dari segi kuantitas yang tidak sedikit dan tentu menjanjikan, mahasiswa FEB UGM juga pasar yang layak dibidik karena memiliki daya beli tinggi dengan adanya jalur UM yang peminatnya adalah masyarakat ekonomi menengah ke atas.
Partisipasi Anda akan menumbuhkan kredibilitas sosial Anda di mata masyarakat. Ini adalah virtual capital yang sangat berharga bagi Anda.
Partisipasi Anda akan memberi Anda sarana yang efektif untuk mengembangkan kultur dan company value pada kalangan luas.
Bentuk Kerjasama
1. Sponsor
1.1. Sponsor Tipe A
Sponsor Tipe A adalah pihak yang bersedia menyediakan dana sebesar 100 % dari anggaran sponsorship, yaitu Rp. 4.700.000,00 yang dibutuhkan dalam kegiatan ini. Kontraprestasi yang didapat antara lain :
1. Berhak untuk membuka stand selama acara berlangsung
2. Pencantuman logo perusahaan pada :
a. 2 (dua) buah spanduk kegiatan
b. Background acara
c. 1 (satu) halaman dalam tiap 500 (lima ratus) eksemplar Buletin PMB JMME
d. 1 (satu) halaman dalam tiap 500 (lima ratus) eksemplar Buletin PMB SEF
3. Berhak untuk menyebarkan brosur dan produk selama acara berlangsung
4. Berhak untuk mengiklankan produk dan perusahaan yang bersangkutan dengan durasi waktu maksimal 5 menit
5. Berhak untuk memasang umbul-umbul di sekitar area kegiatan
6. Penyebutan partisipasi sponsor oleh pembawa acara
1.2. Sponsor Tipe B
Sponsor Tipe B adalah pihak yang bersedia menyediakan dana sebesar 75 % yaitu Rp. 3.525.000,00 dari anggaran sponsorship yang dibutuhkan dalam kegiatan ini. Kontraprestasi yang didapat antara lain :
1. Berhak untuk membuka stand selama acara berlangsung
2. Pencantuman logo perusahaan pada :
a. 2 (dua) buah spanduk kegiatan
b. Background acara
c. 3/4 halaman dalam tiap 500 (lima ratus) eksemplar Buletin PMB JMME
d. 3/4 halaman dalam tiap 500 (lima ratus) eksemplar Buletin PMB SEF
3. Berhak untuk menyebarkan brosur dan produk selama acara berlangsung
4. Berhak untuk mengiklankan produk dan perusahaan yang bersangkutan dengan durasi waktu maksimal 3 menit.
5. Berhak untuk memasang umbul-umbul di sekitar area kegiatan.
6. Penyebutan partisipasi sponsor oleh pembawa acara
1.3. Sponsor Tipe C
Sponsor Tipe C adalah pihak yang bersedia menyediakan dana sebesar 50 % dari anggaran sponsorship yaitu Rp. 2.350.000,00. Kontraprestasi yang didapat antara lain :
1. Pencantuman logo perusahaan pada :
a. 2 (dua) buah spanduk kegiatan
b, Backgorund acara
c. 1/2 halaman dalam tiap 500 (lima ratus) eksemplar Buletin PMB JMME
d. 1/2 halaman dalam tiap 500 (lima ratus) eksemplar Buletin PMB SEF
2. Berhak untuk menyebarkan brosur
3. Berhak untuk mengiklankan produk dan perusahaan yang bersangkutan dengan durasi waktu maksimal 2 menit
4. Berhak untuk memasang umbul-umbul di sekitar area kegiatan
5. Penyebutan partisipasi sponsor oleh pembawa acara
1.4. Sponsor Tipe D
Sponsor Tipe D adalah pihak yang bersedia menyediakan dana sebesar 25 % dari anggaran sponsorship yaitu Rp 1.175.000,00. Kontraprestasi yang didapat antara lain:
1. Pencantuman logo perusahaan pada :
a. 2 (dua) buah spanduk acara
b Background acara
c. 1/4 halaman dalam tiap 500 (lima ratus) eksemplar Buletin PMB JMME
d. 1/4 halaman dalam tiap 500 (lima ratus) eksemplar Buletin PMB SEF
2. Berhak untuk menyebarkan brosur
3. Penyebutan partisipasi sponsor oleh pembawa acara
1.5. Sponsor Tipe E
Sponsor Tipe E adalah pihak yang bersedia menyediakan dana minimal 10 % dari anggaran sponsorship yaitu Rp. 470.000,00. Kontraprestasi yang didapat antara lain
1. Pencantuman logo perusahaan pada :
a. 2 (dua) buah spanduk acara
b Background acara
c. Space dalam tiap 500 (lima ratus) eksemplar Buletin PMB JMME
d. Space halaman dalam tiap 500 (lima ratus) eksemplar Buletin PMB SEF
2. Penyebutan partisipasi sponsor oleh pembawa acara
1.6. Sponsor Alternatif
Perusahaan atau instansi yang ingin berpartisipasi dengan cara khusus (tidak berupa dukungan dana) antara lain dapat berupa:
1. Penyediaan konsumsi
2. Penyediaan sarana dan prasarana acara
3. Pelayanan jasa yang mendukung kegiatan
4. Pemberian produk dari perusahaan/instansi yang bersangkutan
Uraian di atas hanyalah beberapa contoh bentuk kerjasama yang ditawarkan pantia dan kerjasama ini dapat berupa hal lain, sesuai kesepakatan antara sponsor dengan pantia.
2. Donasi
Donasi adalah sumber pendanaan yang berasal dari perorangan dan perusahaan/instansi yang peduli dengan kegiatan ini tanpa adanya suatu ikatan dan/atau kewajiban yang harus dilaksanakan oleh panitia penyelenggara.
Desain
Terlampir
Prosedur Kerjasama
1. Memeriksa identitas pembawa proposal (KTP/KTM/SIM).
2. Calon sponsor mengisi dua lembar surat tanda terima proposal yang diajukan oleh pembawa proposal.
3. Pendaftaran kontrak sponsor dengan cara mengisi surat kontrak partisipasi.
4. Konfirmasi kesediaan menjadi sponsor paling lambat 20 Juli 2008.
5. Pembayaran:
a. Pembayaran pertama lunas atau minimal 50 % dari nilai kontrak, dilakukan pada saat kontrak ditandatangani
b. Pembayaran kedua sisanya selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari sebelum kegiatan atau berdasarkan kesepakatan bersama
c. Bila sampai tanggal terakhir kesepakatan bersama pembayaran belum dilunasi, maka panitia berhak untuk mencantumkan iklan sponsor sesuai dengan jumlah yang telah dibayarkan
6. Pembatalan:
a. Pembatalan oleh pihak sponsor yang telah membayar uang muka dilakukan selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari sebelum kegiatan dilaksanakan
b. Bila pembatalan dilakukan oleh pihak panitia, maka panitia berkewajiban untuk mengembalikan sejumlah uang yang telah disetorkan pihak sponsor dan pihak sponsor tidak dapat mengajukan tuntutan apapun
c. Bila pembatalan oleh pihak sponsor sebelum batas waktu yang telah ditentukan, maka panitia hanya berkewajiban untuk mengembalikan 50 % dari biaya yang dikeluarkan pihak sponsor
d. Bila pembatalan oleh pihak sponsor sesudah batas waktu yang telah ditentukan, maka panitia hanya berkewajiban untuk mengembalikan 25 % dari biaya yang dikeluarkan oleh pihak sponsor
7. Materi promosi (artwork copyright) harus sudah diserahkan kepada pantia paling lambat 25 (dua puluh lima) hari sebelum kegiatan dilaksanakan
8. Panitia tidak menutup kemungkinan apabila pihak sponsor ingin bekerjasama atau berpartisipasi dalam bentuk lain sesuai kesepakatan bersama
9. Pembayaran dapat diserahkan kepada panitia pembawa proposal atau dikirim ke :
Rekening nomor 137-00-0540681-0
Bank Mandiri
a.n. Ahmad Zaki
10. Apabila terjadi hal yang merugikan pihak partisipan, pengaduan dilayani selambat-lambatnya lima hari setelah acara dilaksanakan.
11. Hasil acara akan diberitahukan maksimal satu bulan setelah pelaksanaan acara.
12. Ketentuan yang belum diatur termasuk jenis partisipasi yang lain dapat diatur atas kesepakatan bersama.
13. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi :
Sekretariat Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi
Mushola Al-Bana lantai III, Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Yogyakarta 55281
Telepon (0274) 548510-15 pesawat 258
Contact person :
Ahmad Zaki 085222890003
Dewi W. 08121569753
J M M E E V E N T D A N S A L A M M I
SEKRETARIAT
MUSHOLA AL-BANA LANTAI III, FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UGM, YOGYAKARTA 55281
TELEPON (0274) 548510-15 PESAWAT 258
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS GADJAH MADA
2008
PROPOSAL
JMME EVENT DAN SALAMMI
A. Pendahuluan
Tidak terasa tahun telah berganti. FEB akan kembali menerima civitas barunya. Semangat dan kebahagiaan terpancar dari mata para civitas muda karena mereka akan menjadi bagian dari keluarga besar FEB. Tentunya sebagai tuan rumah yang baik, sudah sepantasnya kita menyambut mereka dengan suasana yang hangat dan menyenangkan. Seperti kata pepatah yang mengatakan bahwa kesan pertama itu begitu penting maka kami selaku Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi ingin turut serta dalam menyambut adik-adik muslim FEB.
Para calon mahasiswa baru ini masih wangi dengan aroma masa SMA. Senyum dan sikap yang manja nan manis masih terlihat. Namun, langkah kaki mereka yang selalu semangat seakan mengisyaratkan mereka siap menghadapi tahap baru dalam hidupnya. Siap menginjakkan kaki sebagai manusia dewasa yang mandiri bukan lagi remaja. Fase inilah yang sangat menyita perhatian mereka. Fase yang didominasi oleh jiwa-jiwa muda yang labil. Jiwa-jiwa muda yang banyak dikatakan sedang mencari jati diri. Sebagian dari mereka membuka selebar-lebarnya terhadap lingkungan baru seakan siap menerima semua yang ada. Sebagian lagi menutup diri dan berhati-hati terhadap lingkungan baru.
Islam sebagai agama yang sempurna tentunya menyediakan semua solusi semua masalah-masalah tersebut di atas. Oleh karena itu, kembali pada Islam sekiranya merupakan suatu pilihan yang terbaik. Atas dasar itulah acara penyambutan mahasiswa baru Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi 2008 ini diharapkan mampu memberi pemahaman pada mahasiswa baru khususnya mahasiswa muslim bahwa kembali pada Islam adalah suatu langkah yang harus ditempuh dalam menapaki dinamika kehidupan mahasiswa.
B. Dasar Pemikiran
1. Firman Allah SWT
1.1. Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS Ali Imran : 104)
1.2. Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah…….. (QS. Ali Imran : 110)
1.3. Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS. Al Hasyr : 18)
1.4. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (QS. Ash Shaff : 4)
2. Anggaran Dasar dan Rumah Tangga Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi FEB UGM.
3. Program kerja kepengurusan Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi FEB UGM.
C. Nama Kegiatan
JMME Event dan SALAMMI
D. Tema Kegiatan
Kebangkitan Nasional
Allah SWT telah memberikan kenikmatan tak terkira kepada bangsa Indonesia berupa kebangkitan nasional. Kini genap seratus tahun kebangkitan nasional itu. Rasa syukur seakan tidak pantas bila hanya diucapkan dengan lisan dan perayaan tiada manfaat. Sebagai hamba Allah SWT sudah semestinya mengisi kebangkitan tersebut dengan pemikiran, ucapan, dan tindakan yang berlandaskan Islam sehingga menjadi generasi penerus bangsa yang dapat dipercaya dan dibanggakan.
E. Tujuan Kegiatan
1. Menegaskan kembali bahwa Islam adalah way of life.
2. Menanamkan ideologi yang benar.
3. Menyadarkan mahasiswa baru akan orientasi hidupnya.
4. Memberikan bekal kepada mahasiswa baru dalam menghadapi kehidupan dunia kampus.
5. Mengenalkan dan mencitrakan JMME-SEF
F. Target
1. Mahasiswa baru memahami kembali bawa Islam adalah way of life.
2. Mahasiswa baru memahami dan dapat menanamkan pada dirinya tentang ideologi yang benar.
3. Mahasiswa baru menemukan visi dan misi hidupnya.
4. Mahasiswa baru mendapatkan bekal yang memadai dalam menghadapi tantangan-tantangan yang telah menanti sebagai mahasiwa FEB UGM.
5. Mahasiswa mengenal dan memahami JMME dan SEF sebagai salah satu organisasi mahasiswa yang ada di FEB.
G. Sasaran
Mahasiswa muslim baru FEB UGM.
H. Tempat dan Tanggal Kegiatan
No.
Kegiatan
Tempat
Tanggal
1.
Stand Maba
GSP
25 Juni 2008
2.
AMT dan Pembekalan
Plaza FEB UGM
Sabtu, 16 Agustus 2008
I. Bentuk Kegiatan
Terlampir
J. Susunan Panitia
Terlampir
K. Anggaran Dana
Terlampir
L. Penutup
Demikianlah usulan kegiatan Penyambutan Mahasiswa Baru SALAMMI 2008 Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi FEB UGM. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi kita semua dan bagi perbaikan bangsa. Satu langkah ini kelak akan diikuti oleh langkah-langkah selanjutnya yang akan mengantarkan kita semua menuju asa dan harapan. Akhirnya kami berharap pihak yang berwenang menyetujui dan mendukung kegiatan yang akan kami laksanakan.
Sesungguhnya setiap amal saleh kepada Allah akan menumbuhkan balasan serupa dengan tumbuhnya sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir dan tiap-tiap bulir itu berisi seratus biji. Demikianlah Alah memberi balasan kepada orang yang menafkahkan sebagian hartanya di jalan Allah.
Lampiran 1
Bentuk Kegiatan
Penyambutan Mahasiswa Baru SALAMMI 2008
A. Pengadaan Stand
Stand Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi adalah salah satu bagian instrumen sosialisasi JMME bagi mahasiswa baru di samping memberikan pelayanan informasi seputar FEB UGM, bagaimana gambaran berkuliah di Yogyakarta, informasi seputar kost di Yogyakarta, dan informasi-informasi yang dibutuhkan lainnya.
Stand merupakan sarana positif untuk melakukan pengenalan kepada mahasiswa baru, apalagi dengan berbagai pelayanan dan info-info, pelayanan seperti tempat istirahat dan batuan informasi tentunya akan membantu sekali bagi mereka, terutama saat registrasi yang melelahkan. Mahasiswa baru yang masih awam dengan dunia kampus dan masih asing dengan suasana di Yogyakarta, akan sangat terbantu dengan adanya stand ini. Selain itu, stand ini juga menjadi pusat riset kami untuk mengetahui potensi mahasiswa baru angkatan 2008.
Dari segi teknis, kami mendesain stand ini dengan suasana yang nyaman. Kami ingin menunjukan bagaimana Islam menyambut tamu-tamunya dengan hangat dan ramah seperti halnya sambutan orang-orang kepada saudara-saudaranya. Dengan keramahan dan kenyaman yang ada di stand kami, mahasiswa baru akan tertarik untuk mengunjunginya.
Stand akan dibuat pada dua agenda penerimaan mahasiswa baru UGM, yaitu, registrasi ulang UM UGM dan SPMB.
a. Registrasi ulang UM UGM
Registrasi ulang mahasiswa baru UGM yang berhasil masuk melalui jalur UM UGM, dilaksanakan di Grha Sabha Pramana pada tanggal 25 Juni 2008.
b. Registrasi ulang SPMB.
B. AMT dan Pembekalan
Inilah acara puncak dari rangkaian acara Penyambutan Mahasiswa Baru JMME. Acara ini Insya Allah diselenggarakan dengan rincian sebagai berikut :
Hari, tanggal : Sabtu, 16 Agustus 2008
Tempat : Plaza FEB UGM
Waktu : Pukul 07.30 s.d. 12.00 WIB
Tema besar acara ini adalah “Bangkitkan Diri dengan Visi dan Misi Sejati”. Tema ini kami angkat dengan alasan bahwa setiap muslim akan bisa bangkit apabila dia memiliki visi dan misi yang benar, sebagaimana dituntunkan dalam syariat Islam. Oleh karena itu, sebagai seorang mahasiswa muslim hendaknya senantiasa berjuang di berbagai bidang, tidak hanya dalam bidang akademik, serta selalu meluruskan niat untuk mengamalkan perjuangan tersebut hanya karena Allah. Dengan visi dan misi yang benar itulah kaum muslimin akan dapat menggapai kembali kejayaannya.
Acara ini terbagi menjadi dua sesi. Sesi yang pertama adalah Achievement Motivation Training (AMT). Pada sesi ini mahasiswa baru akan mendapatkan motivasi yang akan memicu semangat mereka untuk berjuang dalam mengukir prestasi di berbagai bidang serta meluruskan niat perjuangan tersebut sesuai dengan tuntunan Islam. Sesi ini Insya Allah akan dibawakan oleh Dr. Adhyaksa Dault, M.Si. (Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia).
Sesi yang kedua yaitu Pembekalan, yang Insya Allah akan dibawakan oleh Salim A. Fillah (penulis buku Saksikan bahwa Aku Seorang Muslim). Dalam sesi ini akan dipaparkan mengenai segala sesuatu yang harus dipersiapkan oleh mahasiswa baru untuk menjalani kehidupan baru mereka sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM sehingga diharapkan mereka akan mampu menggapai keberhasilan dan membawa Islam ke puncak kejayaan.
C. Pemberian Souvenir
Souvenir ini berupa stiker. Insya Allah souvenir ini akan dibagikan pada acara AMT dan Pembekalan. Tujuan dari acara ini adalah :
1. Membentuk atmosfer Islami di lingkungan mahasiswa baru FEB.
2. Meningkatkan semangat keislaman mahasiswa baru.
3. Sosialisasi informal mengenai eksistensi dan pencitraan JMME sebagai organisasi da’wah di FEB UGM.
Lampiran 2
Susunan Panitia
Penyambutan Mahasiswa Baru 2008
SALAMMI JMME FEB UGM
Pelindung
Allah SWT
Pembimbing
Dekan FEB UGM
Dr. Lincolin Arsyad, M.Sc.
Penasehat
Wakil Dekan III FEB UGM
Dra. Sari Winahjoe S., M.B.A
Penanggung Jawab
Ketua Umum Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi FEB UGM
Wikantioso (06/16352/EK)
Panitia Kegiatan
Ketua Panitia : Nova Kurniawan (07/16508/EK)
Sekretaris : Ema Nur Azizah Ma’sum (07/16765/EK)
Bendahara : Rina Indarwati (0716701/EK)
Dana Usaha : Dewi Wulansari (07/16803/EK)
Pubdok : Rysanti Windasari (07/16793/EK)
Perlengkapan : Arief Setyo Widodo (07/16781/EK)
Konsumsi : Eli Arnitawati (07/16690/EK)
Koordinator Acara
Stand : Eka Widyaputri (07/16725/EK)
AMT dan Pembekalan : Muhammad Fajar (07/16666/EK)
Souvenir : Agung Rahmanto (07/16783/EK)
Lampiran 3
Anggaran Dana
Rencana Pengeluaran
1 Kesekretariatan
a Pembuatan Proposal Kegiatan Rp 5.000,00
b Pengiriman Proposal Kegiatan Rp 20.000,00
c Pembuatan Proposal Sponsorship
15 proposal @ Rp 5.000,00 Rp 75.000,00
d Fotokopi Undangan
300 lembar @ Rp 75,00 Rp 22.500,00
e Pulsa Rp 100.000,00
Sub total Rp 222.500,00
2 Logistik
a Co-card
30 buah @ Rp 2.500,00 Rp 75.000,00
b Spanduk kegiatan
spanduk 3 x 1 meter Rp 75.000,00
c Banner Rp 100.000,00
d Souvenir stiker 240 buah Rp 80.000,00
Sub total Rp 330.000,00
3 Publikasi dan Dokumentasi
a Publikasi Rp 20.000,00
b Dokumentasi seluruh acara
(1) Foto Rp 30.000,00
(2) Transfer CD Rp 10.000,00
Sub total Rp 60.000,00
4 Stand
a Snack 50 @ Rp 2000,00 Rp 100.000,00
b Dana cadangan Rp 37.500,00
Sub total Rp 137.500,00
5 AMT dan Pembekalan
Pembicara Rp. 2.100.000,00
Nasyid Rp 500.000,00
Konsumsi Rp 400.000,00
Setting dan background Rp 100.000,00
Viewer Rp 200.000,00
Sound system Rp 400.000,00
HT Rp 150.000,00
Akomodasi Rp 100.000,00
Sub total Rp 3.950.000,00
Total Pengeluaran Rp 4.700.000,00
PROPOSAL SPONSORSHIP
PENYAMBUTAN MAHASISWA BARU TAHUN 2008
JAMAAH MAHASISWA MUSLIM EKONOMI FEB UGM
Penawaran Kerjasama
Penerimaan mahasiswa baru merupakan agenda tahunan Universitas Gadjah Mada, oleh karena itu JMME akan mengadakan acara penyambutan mahasiswa baru khususnya mahasiswa muslim 2008 sebagai bentuk kepedulian kami terhadap adik-adik kami. Acara ini kami beri nama Salam Sapa Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi (SALAMMI).
Pada kesempatan ini panitia mengajak Anda untuk meraih fadhilah dan limpahan pahala-Nya dengan bekerjasama dan berpartisipasi dalam rangkaian acara yang digelar selama kegiatan penyambutan mahasiswa baru. Panitia mengajak Anda bekerjasama dan berpartisipasi melalui paket promosi dengan cara menyantumkan logo/produk dari perusahaan atau instansi Anda dalam acara yang diselenggarakan panitia.
Panitia menyediakan beberapa paket promosi yang dapat dipilih oleh sponsor, sesuai dengan besarnya keinginan sponsor untuk berpartisipasi dalam kegiatan Penyambutan Mahasiswa Baru JMME 2008. Paket promosi yang disediakan panitia meliputi :
1. Sponsor Tipe A
2. Sponsor Tipe B
3. Sponsor Tipe C
4. Sponsor Tipe D
5. Sponsor Tipe E
6. Sponsor Alternatif
Alasan untuk Berpartisipasi
Media promosi ini bermanfaat untuk menaikan citra produk dari perusahaan atau instansi yang ikut serta dalam acara-acara yang digelar oleh panitia penyambutan mahasiswa baru JMME, karena :
Kegiatan ini merupakan kegiatan kemahasiswaan yang bersifat sosial dan religius tetapi memiliki prospek marketing yang luar biasa dengan kos yang kecil.
Mahasiswa UGM terutama mahasiswa FEB adalah putra-putri generasi terbaik bangsa yang merupakan pembangun bangsa di masa depan. Jika anda berpartisipasi dalam kegiatan ini, itu menandakan kepedulian Anda terhadap nasib bangsa, terutama jika dilihat dari kondisi bangsa saat ini yang sangat memprihatinkan.
Anda akan memperoleh kesempatan baik untuk membentuk brand/company image yang positif di kalangan masyarakat kampus FEB UGM.
Selain dari segi kuantitas yang tidak sedikit dan tentu menjanjikan, mahasiswa FEB UGM juga pasar yang layak dibidik karena memiliki daya beli tinggi dengan adanya jalur UM yang peminatnya adalah masyarakat ekonomi menengah ke atas.
Partisipasi Anda akan menumbuhkan kredibilitas sosial Anda di mata masyarakat. Ini adalah virtual capital yang sangat berharga bagi Anda.
Partisipasi Anda akan memberi Anda sarana yang efektif untuk mengembangkan kultur dan company value pada kalangan luas.
Bentuk Kerjasama
1. Sponsor
1.1. Sponsor Tipe A
Sponsor Tipe A adalah pihak yang bersedia menyediakan dana sebesar 100 % dari anggaran sponsorship, yaitu Rp. 4.700.000,00 yang dibutuhkan dalam kegiatan ini. Kontraprestasi yang didapat antara lain :
1. Berhak untuk membuka stand selama acara berlangsung
2. Pencantuman logo perusahaan pada :
a. 2 (dua) buah spanduk kegiatan
b. Background acara
c. 1 (satu) halaman dalam tiap 500 (lima ratus) eksemplar Buletin PMB JMME
d. 1 (satu) halaman dalam tiap 500 (lima ratus) eksemplar Buletin PMB SEF
3. Berhak untuk menyebarkan brosur dan produk selama acara berlangsung
4. Berhak untuk mengiklankan produk dan perusahaan yang bersangkutan dengan durasi waktu maksimal 5 menit
5. Berhak untuk memasang umbul-umbul di sekitar area kegiatan
6. Penyebutan partisipasi sponsor oleh pembawa acara
1.2. Sponsor Tipe B
Sponsor Tipe B adalah pihak yang bersedia menyediakan dana sebesar 75 % yaitu Rp. 3.525.000,00 dari anggaran sponsorship yang dibutuhkan dalam kegiatan ini. Kontraprestasi yang didapat antara lain :
1. Berhak untuk membuka stand selama acara berlangsung
2. Pencantuman logo perusahaan pada :
a. 2 (dua) buah spanduk kegiatan
b. Background acara
c. 3/4 halaman dalam tiap 500 (lima ratus) eksemplar Buletin PMB JMME
d. 3/4 halaman dalam tiap 500 (lima ratus) eksemplar Buletin PMB SEF
3. Berhak untuk menyebarkan brosur dan produk selama acara berlangsung
4. Berhak untuk mengiklankan produk dan perusahaan yang bersangkutan dengan durasi waktu maksimal 3 menit.
5. Berhak untuk memasang umbul-umbul di sekitar area kegiatan.
6. Penyebutan partisipasi sponsor oleh pembawa acara
1.3. Sponsor Tipe C
Sponsor Tipe C adalah pihak yang bersedia menyediakan dana sebesar 50 % dari anggaran sponsorship yaitu Rp. 2.350.000,00. Kontraprestasi yang didapat antara lain :
1. Pencantuman logo perusahaan pada :
a. 2 (dua) buah spanduk kegiatan
b, Backgorund acara
c. 1/2 halaman dalam tiap 500 (lima ratus) eksemplar Buletin PMB JMME
d. 1/2 halaman dalam tiap 500 (lima ratus) eksemplar Buletin PMB SEF
2. Berhak untuk menyebarkan brosur
3. Berhak untuk mengiklankan produk dan perusahaan yang bersangkutan dengan durasi waktu maksimal 2 menit
4. Berhak untuk memasang umbul-umbul di sekitar area kegiatan
5. Penyebutan partisipasi sponsor oleh pembawa acara
1.4. Sponsor Tipe D
Sponsor Tipe D adalah pihak yang bersedia menyediakan dana sebesar 25 % dari anggaran sponsorship yaitu Rp 1.175.000,00. Kontraprestasi yang didapat antara lain:
1. Pencantuman logo perusahaan pada :
a. 2 (dua) buah spanduk acara
b Background acara
c. 1/4 halaman dalam tiap 500 (lima ratus) eksemplar Buletin PMB JMME
d. 1/4 halaman dalam tiap 500 (lima ratus) eksemplar Buletin PMB SEF
2. Berhak untuk menyebarkan brosur
3. Penyebutan partisipasi sponsor oleh pembawa acara
1.5. Sponsor Tipe E
Sponsor Tipe E adalah pihak yang bersedia menyediakan dana minimal 10 % dari anggaran sponsorship yaitu Rp. 470.000,00. Kontraprestasi yang didapat antara lain
1. Pencantuman logo perusahaan pada :
a. 2 (dua) buah spanduk acara
b Background acara
c. Space dalam tiap 500 (lima ratus) eksemplar Buletin PMB JMME
d. Space halaman dalam tiap 500 (lima ratus) eksemplar Buletin PMB SEF
2. Penyebutan partisipasi sponsor oleh pembawa acara
1.6. Sponsor Alternatif
Perusahaan atau instansi yang ingin berpartisipasi dengan cara khusus (tidak berupa dukungan dana) antara lain dapat berupa:
1. Penyediaan konsumsi
2. Penyediaan sarana dan prasarana acara
3. Pelayanan jasa yang mendukung kegiatan
4. Pemberian produk dari perusahaan/instansi yang bersangkutan
Uraian di atas hanyalah beberapa contoh bentuk kerjasama yang ditawarkan pantia dan kerjasama ini dapat berupa hal lain, sesuai kesepakatan antara sponsor dengan pantia.
2. Donasi
Donasi adalah sumber pendanaan yang berasal dari perorangan dan perusahaan/instansi yang peduli dengan kegiatan ini tanpa adanya suatu ikatan dan/atau kewajiban yang harus dilaksanakan oleh panitia penyelenggara.
Desain
Terlampir
Prosedur Kerjasama
1. Memeriksa identitas pembawa proposal (KTP/KTM/SIM).
2. Calon sponsor mengisi dua lembar surat tanda terima proposal yang diajukan oleh pembawa proposal.
3. Pendaftaran kontrak sponsor dengan cara mengisi surat kontrak partisipasi.
4. Konfirmasi kesediaan menjadi sponsor paling lambat 20 Juli 2008.
5. Pembayaran:
a. Pembayaran pertama lunas atau minimal 50 % dari nilai kontrak, dilakukan pada saat kontrak ditandatangani
b. Pembayaran kedua sisanya selambat-lambatnya 10 (sepuluh) hari sebelum kegiatan atau berdasarkan kesepakatan bersama
c. Bila sampai tanggal terakhir kesepakatan bersama pembayaran belum dilunasi, maka panitia berhak untuk mencantumkan iklan sponsor sesuai dengan jumlah yang telah dibayarkan
6. Pembatalan:
a. Pembatalan oleh pihak sponsor yang telah membayar uang muka dilakukan selambat-lambatnya 15 (lima belas) hari sebelum kegiatan dilaksanakan
b. Bila pembatalan dilakukan oleh pihak panitia, maka panitia berkewajiban untuk mengembalikan sejumlah uang yang telah disetorkan pihak sponsor dan pihak sponsor tidak dapat mengajukan tuntutan apapun
c. Bila pembatalan oleh pihak sponsor sebelum batas waktu yang telah ditentukan, maka panitia hanya berkewajiban untuk mengembalikan 50 % dari biaya yang dikeluarkan pihak sponsor
d. Bila pembatalan oleh pihak sponsor sesudah batas waktu yang telah ditentukan, maka panitia hanya berkewajiban untuk mengembalikan 25 % dari biaya yang dikeluarkan oleh pihak sponsor
7. Materi promosi (artwork copyright) harus sudah diserahkan kepada pantia paling lambat 25 (dua puluh lima) hari sebelum kegiatan dilaksanakan
8. Panitia tidak menutup kemungkinan apabila pihak sponsor ingin bekerjasama atau berpartisipasi dalam bentuk lain sesuai kesepakatan bersama
9. Pembayaran dapat diserahkan kepada panitia pembawa proposal atau dikirim ke :
Rekening nomor 137-00-0540681-0
Bank Mandiri
a.n. Ahmad Zaki
10. Apabila terjadi hal yang merugikan pihak partisipan, pengaduan dilayani selambat-lambatnya lima hari setelah acara dilaksanakan.
11. Hasil acara akan diberitahukan maksimal satu bulan setelah pelaksanaan acara.
12. Ketentuan yang belum diatur termasuk jenis partisipasi yang lain dapat diatur atas kesepakatan bersama.
13. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi :
Sekretariat Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi
Mushola Al-Bana lantai III, Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, Yogyakarta 55281
Telepon (0274) 548510-15 pesawat 258
Contact person :
Ahmad Zaki 085222890003
Dewi W. 08121569753
Lembar Perjanjian Kerjasama
Kami yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama :
Jabatan :
Telepon :
Yang bertindak mewakili :
Nama perusahaan/instansi :
Alamat :
No. Telp dan Faks :
Dengan ini menyatakan kesediaan untuk menjadi donatur dalam penerbitan Buletin Suhuf Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, sebagai :
· ( ) Sponsor tipe A
· ( ) Sponsor tipe B
· ( ) Sponsor tipe C
· ( ) Sponsor tipe D
· ( ) Sponsor tipe E
· ( ) Donatur
Besar nilai kerjasama tersebut : Rp
Terbilang :
Yang akan kami bayar dengan cara :
· Lunas, pada tanggal……………………. sebesar Rp………………………………….
· Sebagian, pada tanggal............................ sebesar Rp.....................................................
Sisa pembayaran pada tanggal................. sebesar Rp......................................................
Demikian kerjasama ini kamu buat dengan sebenar-benarnya.
Yogyakarta,.....................2008
Pihak Panitia, Yang Menyatakan,
(............................) (............................)
Kami yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama :
Jabatan :
Telepon :
Yang bertindak mewakili :
Nama perusahaan/instansi :
Alamat :
No. Telp dan Faks :
Dengan ini menyatakan kesediaan untuk menjadi donatur dalam penerbitan Buletin Suhuf Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, sebagai :
· ( ) Sponsor tipe A
· ( ) Sponsor tipe B
· ( ) Sponsor tipe C
· ( ) Sponsor tipe D
· ( ) Sponsor tipe E
· ( ) Donatur
Besar nilai kerjasama tersebut : Rp
Terbilang :
Yang akan kami bayar dengan cara :
· Lunas, pada tanggal……………………. sebesar Rp………………………………….
· Sebagian, pada tanggal............................ sebesar Rp.....................................................
Sisa pembayaran pada tanggal................. sebesar Rp......................................................
Demikian kerjasama ini kamu buat dengan sebenar-benarnya.
Yogyakarta,.....................2008
Pihak Panitia, Yang Menyatakan,
(............................) (............................)
Lembar Perjanjian Kerjasama
Kami yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama :
Jabatan :
Telepon :
Yang bertindak mewakili :
Nama perusahaan/instansi :
Alamat :
No. Telp dan Faks :
Dengan ini menyatakan kesediaan untuk menjadi donatur dalam penerbitan Buletin Suhuf Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, sebagai :
· ( ) Sponsor tipe A
· ( ) Sponsor tipe B
· ( ) Sponsor tipe C
· ( ) Sponsor tipe D
· ( ) Sponsor tipe E
· ( ) Donatur
Besar nilai kerjasama tersebut : Rp
Terbilang :
Yang akan kami bayar dengan cara :
· Lunas, pada tanggal……………………. sebesar Rp………………………………….
· Sebagian, pada tanggal............................ sebesar Rp.....................................................
Sisa pembayaran pada tanggal................. sebesar Rp......................................................
Demikian kerjasama ini kamu buat dengan sebenar-benarnya.
Yogyakarta,.....................2008
Pihak Panitia, Yang Menyatakan,
(............................) (............................)
Kami yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama :
Jabatan :
Telepon :
Yang bertindak mewakili :
Nama perusahaan/instansi :
Alamat :
No. Telp dan Faks :
Dengan ini menyatakan kesediaan untuk menjadi donatur dalam penerbitan Buletin Suhuf Jamaah Mahasiswa Muslim Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, sebagai :
· ( ) Sponsor tipe A
· ( ) Sponsor tipe B
· ( ) Sponsor tipe C
· ( ) Sponsor tipe D
· ( ) Sponsor tipe E
· ( ) Donatur
Besar nilai kerjasama tersebut : Rp
Terbilang :
Yang akan kami bayar dengan cara :
· Lunas, pada tanggal……………………. sebesar Rp………………………………….
· Sebagian, pada tanggal............................ sebesar Rp.....................................................
Sisa pembayaran pada tanggal................. sebesar Rp......................................................
Demikian kerjasama ini kamu buat dengan sebenar-benarnya.
Yogyakarta,.....................2008
Pihak Panitia, Yang Menyatakan,
(............................) (............................)
Langganan:
Postingan (Atom)